PBNU: Covid-19 Nyata, Bukan Konspirasi

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 16:18 WIB
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj ikut dalam pembahasan di Komisi Bahtsul Masail Maudluiyah dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU), di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (28/2) Ketum PBNU Said Aqil meminta masyarakat waspada dan mematuhi protokol kesehatan karena keberadaan virus corona (Covid-19) nyata, bukan konspirasi. (Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil meminta masyarakat waspada dan mengikuti protokol kesehatan, sebab keberadaan virus corona (Covid-19) adalah kenyataan, bukan konspirasi atau karangan semata.

"Selama masih ada Covid-19 maka kita harus disiplin, hati-hati dan waspada. Covid-19 ini betul-betul nyata, bukan konspirasi ataupun bohong-bohongan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/7).

Sebelumnya deretan teori konspirasi terkait Covid-19 muncul di berbagai media sosial dan pemberitaan. Teori konspirasi yang paling menyita perhatian publik adalah bahwa virus corona buatan elite global.

Penganut teori tersebut meyakini Covid-19 merupakan salah satu alat kontrol elit global agar tetap berada di puncak piramida ekonomi dan politik dunia. Di Indonesia pemahaman ini digaungkan oleh salah seorang musisi Indonesia, Jerinx atau JRX.

Beredar pula konspirasi yang menyebut Covid-19 merupakan konspirasi komunis, yahudi dan nasrani untuk menghancurkan islam. Klaim tersebut ramai beredar di facebook pada Mei lalu.

Salah satu faktor penyebab munculnya teori tersebut ialah aturan menjaga jarak satu sama lain (physichal distancing) yang dianggap menghancurkan tali silaturahmi dan peribadan umat Islam.

Konspirasi lainnya ialah bahwa Covid-19 merupakan senjata biologis yang sengaja dilepaskan dari sebuah laboratorium di China dengan tujuan menyerang negara lain. Namun teori ini mendapat bantahan keras dari berbagai ahli, sebab hasil penelitian menyebut Covid-19 ditularkan secara alami dari hewan, seperti kelelawar.

Pendiri Microsoft, Bill Gates juga sempat dikaitkan dengan teori konspirasi Covid-19. Ia dicurigai mempunyai agenda tertentu di balik masa pandemi. Alasan ini muncul lantaran Bill Gates ingin membuat vaksin virus corona dan telah menggelontorkan dana sebanyak 250 juta dolar atau senilai Rp3,6 triliun.

Said menegaskan pandangan soal teori konspirasi tersebut harus dikesampingkan. Dia meminta masyarakat patuh mengikuti protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.

"Wajib hukumnya mengikuti protokol kesehatan, jangan sampai kita mencelakai diri kita dan orang lain," tegasnya.


(mln/gil)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK