Jokowi: Puncak Corona Diprediksi Agustus-September

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 18:00 WIB
Presiden Joko Widodo bersiap memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Ratas tersebut membahas percepatan pembangunan program strategis nasional Jalan Tol Sumatera dan Tol Cisumdawu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/POOL/foc. Presiden Jokowi meminta jajaran menteri bekerja lebih keras menekan penyebaran corona di Indonesia yang diprediksi mencapai puncaknya Agustus-September. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo menyatakan puncak virus corona (covid-19) diprediksi terjadi Agustus-September. Namun prediksi ini bisa berubah jika kasus corona terus melonjak.

"Kalau melihat angka-angka memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir. Tapi kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda," ujar Jokowi dalam pertemuan dengan media, Senin (13/7).


Untuk itu, Jokowi terus meminta kepada para menteri untuk bekerja keras mengendalikan persebaran virus. Ia pun menyinggung teguran keras yang sempat disampaikan pada para menterinya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, teguran itu disampaikan semata untuk memotivasi kinerja para menteri.

"Oleh sebab itu saya minta pada para menteri untuk bekerja keras. Tapi kalau mintanya, dengan agak berbeda, yaitu memotivasi para menteri agar bekerja lebih keras lagi. Bukan marah, memotivasi. Agar lebih keras lagi kerjanya," tuturnya.


Kasus persebaran virus corona di Indonesia masih terus melonjak. Berdasarkan data 13 Juli 2020, terdapat 76.891 kasus.

Jawa Timur masih menjadi provinsi tertinggi dengan kasus terbanyak, sementara Jakarta berada di posisi kedua.

Jokowi sebelumnya telah menyoroti persebaran kasus di 8 provinsi yang masih tinggi yakni Jatim, Jakarta, Jabar, Jateng, Sumut, Kalsel, Sulsel, dan Papua.


(psp/gil)

[Gambas:Video CNN]