Kasus Positif Corona di Sumut Capai 2.367, Sembuh 577

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 01:05 WIB
Dua orang santri mengikuti rapid test atau tes cepat COVID-19 di pondok pesantren Al-Amien, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (1/7/2020). Gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 daerah setempat melakukan rapid test secara acak kepada santri di sejumlah pondok pesantren sebagai tahapan menuju era normal baru. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Medan, CNN Indonesia --

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Sumatera Utara (Sumut), Whiko Irwan mengatakan pasien positif virus corona di Sumatera Utara hingga Senin (13/7) ini tercatat sudah mencapai 2.367 orang yang diisolasi. Sementara itu, pasien sembuh sebanyak 577 orang.

"PCR positif 2.367 orang dan meninggal 126 orang. Kenaikan angka covid positif disebabkan karena pemeriksaan Swab PCR dengan kapasitas yang semakin besar serta pengambilan sampel yang massif melalui penelusuran jejak kontak erat dan penderita PDP," kata Whiko.

Ia lantas menyoroti perilaku masyarakat di masa new normal. Dia bilang masyarakat kerap memahami new normal sebagai situasi kembali kepada kebiasaan lama sehingga langkah menjaga diri dari Covid-19 menjadi kendur.


"Maka GTPP Sumut mengganti diksi new normal menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru. New normal atau adaptasi kebiasaan baru berarti kebiasaan baru dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," ujarnya.

Whiko berpesan agar masyarakat memakai masker dan menjalankan protokol kesehatan. Lantaran memiliki imun yang kuat, orang muda mungkin tidak memiliki gejala Covid-19. Untuk itu orang muda harus juga memikirkan orang yang rentan terpapar.

Bagi orang yang terdeteksi positif Covid-19, keluarga dan diri sendiri akan diisolasi baik mandiri maupun rumah sakit sampai dinyatakan sembuh dengan bukti swab PCR negatif 2 kali berturut-turut.

Selain itu, Whiko menyampaikan bahwa laboratorium PCR RSUD Deli Serdang telah dibuka dan beroperasional. Pembukaan lab tersebut sangat membantu pemerintah provinsi dan kabupaten dalam melakukan deteksi Covid-19 di masyarakat.

"Sehingga penderita Covid tadi dapat segera diisolasi dan dipisahkan dari masyarakat, untuk memutus rantai penularannya. Dan angka covid yang kita dapatkan, akan menjadi bahan masukan dalam evaluasi dan tindak lanjut kebijakan pemerintah daerah ke depan," papar Whiko.

(fnr/wis)

[Gambas:Video CNN]