Viral Ambulans Diadang Pemotor, Polisi Tunggu Laporan Korban

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 13:59 WIB
Polisi berjaga saat pemindahan jenazah terduga pelaku teror dari ruang pendingin ke ambulans di RS Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/5). Sebanyak tiga jenazah terduga teroris pada ledakan bom di rusunawa Wonocolo Sidoarjo tersebut dipindahkan dan rencananya akan dimakamkan di sebuah pemakaman di Sidoarjo. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/aww/18. Ilustrasi ambulans. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi mengaku melakukan klarifikasi terkait aksi pengadangan ambulans yang membawa pasien oleh pengendara sepeda motor, di Depok, Sabtu (11/7).

Pengendara motor yang melakukan pengadangan disebut merupakan seorang pegawai Dinas Perhuhungan Kota Depok berinisial HG.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok Kompol Wadi Sabani mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap semua pihak terkait peristiwa itu.

"Kami mintai keterangan dari pengendara motor yang cekcok dengan sopir ambulans, kemudian motor yang mengawal ambulans dan juga anak pasien yang dibawa di ambulans," kata dia, kepada wartawan, Selasa (14/7).

Disampaikan Wadi, peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman. Kejadian itu bermula saat motor yang dikendarai HG bersenggolan dengan mobil ambulans.

HG tidak terima. Cekcok pun terjadi. Warga sempat melerai dan memediasinya di sekitar pos satpam BDN, Depok. Setelahnya, permasalahan mereda dan semua pihak kembali melanjutkan perjalanan.

"Namun ketika melanjutkan perjalanan lagi menuju RS Mitra keluarga, ternyata si pengendara motor ini masih mengikuti sampai ke area parkir," tutur Wadi.

Pada Minggu (12/7), kata dia, HG dan sopir ambulans berinisial NS menyelesaikan permasalahan itu secara kekeluargaan di Polres.

"Masing-masing pihak menyadari kesalahpahaman tersebut dan mereka menyatakan menyelesaikan permasalahan ini dengan cara kekeluargaan," ujarnya.


Wadi mengaku sampai saat ini pihaknya belum memproses kasus ini sampai ke tahap penyidikan karena belum ada laporan dari korban atau pihak yang merasa dirugikan dalam insiden itu.

"Ya kita akan klarifikasi lagi NP (keluarga pasien) dan L (pengawal ambulans) mau seperti apa, karena kan tidak ada laporan resmi seperti yang saya sampaikan," ucap Wadi.

Aksi pengadangan ambulans itu diketahui terekam dalam sebuah video dan menjadi vira di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @depok.update.

[Gambas:Instagram]

"Sebuah video yang menampilkan penghadangan mobil ambulans yang tengah membawa pasien oleh oknum pengendara motor, viral di sosial media," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

(dis/arh)

[Gambas:Video CNN]