Anies Bersyukur Rasio Positif DKI Nyaris Penuhi Standar WHO

CNN Indonesia | Kamis, 23/07/2020 20:03 WIB
Anies menyebut rasio positif corona DKI yang sebesar 5,3 persen, relatif aman meski masih di atas standar WHO sebesar 5 persen. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucap syukur lantaran positivity rate atau total rasio positif Covid-19 di DKI Jakarta menyentuh angka 5,3 persen dalam sepekan terakhir.

Positivity rate adalah persentase kasus positif berdasarkan total kasus yang diperiksa. Positivity rate DKI sebesar 5,3 persen masih di atas ambang batas yang ditentukan organisasi kesehatan dunia (WHO) sebanyak 5 persen.

Namun, menurut Anies, angka rasio positif 5,3 persen Jakarta terbilang aman karena masih berada di bawah rasio positif nasional 12,1 persen.


"Alhamdulillah dengan pendekatan itu maka kita di Jakarta sekarang positivity rate-nya 5,3 persen sedangkan batasnya 5 persen. Kita sedikit di atas ambang batas," ujar Anies dalam keterangannya, Kamis (23/7).

Data di situs resmi corona Jakarta, positivity rate DKI sebesar 5,2 persen. Angka itu berdasarkan jumlah tes PCR DKI sebanyak 344.165 orang dengan hasil positif 17.969 orang. Anies menyebut bahwa angka itu diperoleh berkat tes masif oleh Pemprov DKI.

Saat ini, katanya, kemampuan tes Covid-19 di DKI Jakarta hampir menyentuh empat kali lipat dari standar minimum tes yang ditetapkan WHO sebanyak 1.000 tes dalam seminggu untuk setiap orang.

Anies tak menampik angka positif di ibu kota dalam beberapa hari terakhir kembali meningkat. Hanya saja, dia mengatakan angka-angka itu mestinya juga dilihat dalam persentase.

Ia mencontohkan bila dalam sehari ditemukan kasus positif sebanyak 400, dari 10 ribu tes yang dilakukan, itu artinya angka positif hanya 4 persen.

"Sayangnya selama ini kita selalu mengatakan hari ini tambah 400, hari ini tambah 200. Angka 400 dari 10.000 testing itu hanya 4 persen, tapi kalau 400 dari 1000 testing itu namanya 40 persen. Nah kita lupa melihat persentasenya," katanya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa kapasitas tes Covid-19 di Jakarta saat ini telah menyumbang hampir setengah dari kapasitas tes secara nasional. Angkanya, Anies menyebut, Jakarta menyumbang 338.531 dari 759.626 tes yang dilakukan di seluruh Indonesia.

"Jadi kalau Jakarta dikeluarkan, (total testing) nasional itu tinggal sekitar 421 ribu. Bila Jakarta dikeluarkan, positivity rate nasional itu jadi 17,6 persen," sebut Anies.

Sementara itu, dikutip dari situs resmi Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta per Kamis (23/7), kasus positif di Jakarta telah mencapai 17, 945 kasus atau bertambah 270 kasus dari sehari sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, kasus sembuh bertambah 163 sehingga menjadi 11.302 kasus, sementara kasus meninggal bertambah dua kasus menjadi 767.

Anies menyatakan akan terus meningkatkan kapasitas tes untuk mengetahui dan melacak penyebaran kasus positif di ibu kota. Ia pun mengingatkan warga lebih waspada jika hasil tes itu menunjukkan kasus positif masih ditemukan dan banyak.

Ia juga meminta warga saat ini tak lengah meski sejumlah aktivitas mulai kembali normal. Menurut dia, rendahnya jumlah kasus positif karena minim tes justru lebih berbahaya dibanding peningkatan kasus yang diiringi tes yang massif.

"Coba kita tidak melakukan testing yang massif, mungkin kita rasanya wah aman ya, sedikit yang positif, padahal tidak, yang positifnya tetap banyak. Di situ menurut saya harus hati-hati," kata dia.

(thr/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK