Jokowi: Jangan Sampai Aura Krisis Kesehatan Hilang

CNN Indonesia | Senin, 27/07/2020 10:47 WIB
Presiden Jokowi mewanti-wanti bahwa periode krisis kesehatan masih berlangsung selama vaksin belum tersedia dan bisa digunakan efektif. Presiden Jokowi mewanti-wanti bahwa periode krisis kesehatan masih berlangsung selama vaksin belum tersedia dan bisa digunakan efektif. (Foto: Laily Rachev - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo meminta semua pihak untuk waspada bahwa krisis kesehatan terkait Virus Corona (Covid-19) belum berlalu hingga vaksin ditemukan.

"Penanganan kesehatan menjadi prioritas, tidak boleh mengendur sedikit pun. Aura krisis kesehatan ini harus terus digaungkan sampai nanti vaksin tersedia dan bisa digunakan secara efektif," ujar dia, saat membuka rapat terbatas pengarahan kepada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Covid-19 melalui video conference, Senin (27/7).

Dari informasi yang diperoleh, kasus positif Covid-19 di dunia telah mencapai 15,8 juta orang. Kasus di Amerika Serikat mencapai 4,2 juta, Brazil 2,3 juta, dan India 1,4 juta.


"Hati-hati, hati--hati betul jangan sampai aura krisis itu sudah hilang. Semangat menangani krisis ini hilang atau turun," katanya.

Jokowi juga mengingatkan agar jangan ada ego sektoral antarkementerian/lembaga maupun pemerintah daerah dalam penanganan Covid-19. Ia meminta agar penanganan Covid-19 dilakukan dengan serius tanpa kehilangan aura krisis.

"Kalau perlu revisi regulasi agar ada percepatan, lakukan perbaikan. Jangan sampai ada ego sektoral, ego daerah, saya kira penting sekali ini segera diselesaikan sehingga aura menangani krisis ini ada betul," ucap dia.

Berdasarkan data 26 Juli 2020, jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 98.778 kasus. Dari jumlah tersebut, 56.655 orang sembuh dan 4.781 meninggal dunia.

(psp/arh)

[Gambas:Video CNN]