Dokter RS Columbia Asia Sumut Meninggal, Istri Positif Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 01/08/2020 15:39 WIB
Dokter tersebut telah dua pekan dirawat di rumah sakit sebelum meninggal dunia. Sementara istrinya kini tengah dirawat di RS Columbia Asia, Medan, Sumut. Seorang dokter di Medan, Sumatera Utara meninggal setelah positif virus corona. Ilustrasi (ANTARAFOTO/Basri Marzuki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang dokter Rumah Sakit (RS) Columbia Asia, Medan, Sumatera Utara, dokter Andhika Kesuma Putra meninggal dunia setelah positif terinfeksi virus corona (Covid-19), Sabtu (1/8). Ia sudah dimakamkan sesuai protokol kesehatan Covid-19).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan, Wijaya Juwarna mengatakan istri dokter Andhika juga ikut terinfeksi positif virus corona. Saat ini yang bersangkutan tengah diisolasi di RS Columbia Asia.

"Kita doakan saja mudah-mudahan istri beliau pulih. Istrinya juga dokter," kata Wijaya saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8).


Wijaya mengatakan Andhika yang merupakan Staf Divisi Pulmonologi Intervensi dan Gawat Napas Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) sudah dua pekan terakhir dirawat di RS Columbia Asia.

Namun, Wijaya tak mengetahui pasti sejak kapan Andhika positif terinfeksi virus corona. Menurutnya, selama ini Andhika merupakan tulang punggung perawatan pasien Covid-19 di RS Columbia Asia.

Andhika, kata Wijaya, telah menangani pasien Covid-19 sejak Februari 2020. Ia menduga Andhika yang juga dokter spesialis paru terpapar dari pasien positif virus corona di rumah sakit tersebut.

"Dosis paparan kalau hari-hari kita kena itu lumayan juga itu akumulasi di saluran nafas dan paru, kemungkinan besar di situ menurut saya," ujarnya.

Lebih lanjut, Wijaya mengatakan hingga saat ini sudah lima anggota IDI Kota Medan yang meninggal dunia setelah positif virus corona. Ia pun mengingatkan para tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan penanganan Covid diberi waktu istirahat 14 hari usai bertugas.

"Kalau langsung menangani pasien covid sebaiknya 14 hari bertugas kemudian 14 hari istirahat lah. Kita harus jaga-jaga juga dosis paparan ini dan tetap menggunakan APD (alat pelindung diri) level 2, jika memungkinkan level 3," katanya.

Wijaya juga mengingatkan pemerintah tak menganggap sepele penularan virus corona, mengingat sudah banyak tenaga medis yang meninggal dunia dalam menangani pasien Covid-19. Tak hanya itu, ia meminta masyarakat juga tak mengabaikan bahaya virus corona.

"Penyakit ini benar adanya. Masyarakat jangan sepele, ini belum sampai puncaknya di Medan," ujarnya.

(fnr/fra)

[Gambas:Video CNN]