Djoko Tjandra Tertangkap, Polri Diingatkan Soal 38 Buron Lain

CNN Indonesia | Minggu, 02/08/2020 04:21 WIB
Polri diminta meningkatkan kerja sama dengan negara-negara yang menjadi tempat persembunyian para buronan kasus korupsi. IPW mengingatkan masih ada 38 buronan kasus korupsi yang berkeliaran di luar negeri setelah Polri berhasil menangkap buronan kasus Bank Bali, Djoko Tjandra. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesian Police Watch (IPW) mengingatkan masih ada 38 buronan kasus korupsi yang belum berhasil ditangkap menyusul keberhasilan Polri menangkap buronan kasus korupsi Bank Bali Djoko Tjandra.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan Polri, khususnya NCB Interpol Polri, mesti meningkatkan kerja sama dan melakukan lobi ke negara-negara lain yang menjadi tempat persembunyian puluhan buronan lain tersebut.

"Mengingat masih ada 38 buronan NCB Interpol Polri di luar negeri. Artinya, kerjasama internasional pascatertangkap Djoko Tjandra perlu dilanjutkan," kata dia, dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (1/8).


Meski begitu, ia tak merinci 38 orang yang masuk daftar buronan versi pihaknya itu.

"Dengan terbuka lebarnya kasus Djoko Tjandra tentunya tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi lagi oleh aparatur hukum di negeri ini," ujarnya.

Pelarian 11 tahun Djoko Tjandra berakhir setelah ditangkap di Malaysia pada Kamis (30/7) lalu. Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo yang memimpin langsung penangkapan Djoko Tjandra.

Djoko Tjandra langsung dibawa ke Indonesia. Rombongan Listyo yang membawa Djoko Tjandra tiba di Jakarta lewat Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (30/7) malam.

Setelah itu, Bareskrim Polri menyerahkan Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (31/7) untuk dieksekusi. Pendiri Mulia Grup yang divonis dua tahun penjara itu kini ditahan di Rutan Salemba.

Diketahui, sejumlah koruptor kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) masih belum ditemukan dan diduga bersembunyi di luar negeri, terutama negara-negara yang tak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.

Selain itu, masih ada buronan kasus suap KPU yang merupakan kader PDIP, Harun Masiku, yang oleh sejumlah pihak diduga sudah meninggal.

(ndn/fra)

[Gambas:Video CNN]