Banjir Bandang Bolsel, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat

CNN Indonesia | Senin, 03/08/2020 06:59 WIB
Berdasarkan catatan BNPB, lebih dari 22 ribu jiwa terdampak banjir di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Pemkab Bolsel menetapkan status tanggap darurat. Pemkab Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara menetapkan status tanggap darurat selama dua pekan akibat banjir bandang yang membuat 22 ribu warga terdampak (Dok.BNPB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir bandang yang membuat 22.655 jiwa terdampak membuat Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara menetapkan status tanggap darurat selama dua pekan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 7 kecamatan terdampak banjir tersebut.

"Bupati Bolaang Mongondow Selatan mengambil langkah penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor selama 14 hari terhitung mulai tanggal 24 Juli hingga 6 Agustus 2020," tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati lewat siaran pers, Senin (3/8).

Berdasarkan catatan BNPB, banjir terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur seluruh wilayah Bolaang Mongondow Selatan pada Jumat lalu (31/7). Beberapa sungai besar meluap, sehingga air masuk ke wilayah permukiman warga.


Sungai yang meluap antara lain, Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaa dan beberapa sungai lainnya.

Warga yang terdampak di Kecamatan Bolaang Uki sebanyak 9.715 jiwa, Kecamatan Helumo 861 jiwa, Kecamatan Tomini 250 jiwa, Kecamatan Posigadan 636 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Pinolosian ada 5980 jiwa, Kecamatan Pinolosian Tengah 1.729 jiwa dan Kecamatan Pinolosian Timur 3.494 jiwa.

Banjir juga merusak 64 rumah, 29 rumah hanyut, 5 jembatan rusak berat, dan 5 ruas jalan rusak berat. Sekaligus menyebabkan tiga kecamatan seperti Kecamatan Helumo, Kecamatan Tomini dan Kecamatan Posigadan terisolir.

Raditya mengatakan bahwa sebagian besar air bah telah surut dari permukiman warga. Namun, air berpotensi kembali naik apabila hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam periode yang cukup lama.

"Terlebih hingga saat ini, hujan masih sering terjadi sebagaimana hal itu juga telah diprakirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan wilayah lain di bagian utara Indonesia," kata Raditya.

Sejauh ini, Pemkab Bolaang Mongondow Selatan, BNPB dan pihak lain bekerja sama untuk membantu warga yang mengungsi akibat terdampak banjir. Posko didirikan di sejumlah wilayah.

BNPB juga akan mengirim logistik yang dibutuhkan Pemkab Bolaang Mongondow Selatan serta warga terdampak banjir. Logistika akan dikirim dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah ke Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara.

"Adapun rincian logistik dan peralatan yang akan dikirim meliputi tenda keluarga 25 unit, tenda pengungsi 5 set, kasur lipat atau velbed 125 unit, matras 1.000 lembar, selimut 5.000 lembar, perlengkapan bayi dan balita atau kidsware 200 paket dan sandang sebanyak 375 paket," kata Raditya.

(bmw/ugo/bmw)

[Gambas:Video CNN]