Kemenkes Hapus Cuit Surat ke Jurnalis Narasi TV soal Terawan

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 07:24 WIB
Kemenkes menghapus unggahan yang berisikan surat peringatan kepada jurnalis Narasi TV. Menkes Terawan Agus Putranto. (Foto: ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghapus unggahan yang berisikan surat peringatan kepada jurnalis Narasi TV, Aqwam Fiazmi Hanifan, pemilik akun twitter @aqfiazfan terkait twit yang disampaikan di akun media sosial miliknya.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pukul 06.10 WIB, twit yang berisikan surat peringatan itu sudah hilang di akun @KemekesRI.

Surat peringatan itu awalnya berisikan agar Aqwam meminta maaf secara tertulis. Surat itu dilayangkan kepada Aqwam dan ditanda tangani langsung oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Widyawati.


Surat peringatan itu lantas dilayangkan kepada Aqwam karena yang bersangkutan me-retweet unggahan media Al Jazeera, @AJEnglish disertai komentar yang dinilai menghina Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Dalam surat peringatan tersebut, Aqwam disebut memberi komentar atas informasi dari Al Jazeera soal kemampuan seekor anjing di Jerman yang mampi mendeteksi orang yang terinfeksi Covid-19 dengan tingkat akurasi mencapai 94 persen.

Aqwam disebut menulis 'Anjing ini lebih berguna ketimbang Menteri Kesehatan kita'.

"Kami menilai unggahan tersebut memuat unsur penghinaan dan atau pencemaran nama baik Menteri Kesehatan dan Kementerian Kesehatan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik," bunyi surat tertanggal 3 Agustus 2020 itu.

Kemenkes lantas meminta agar Aqwam menghapus unggahannya dan kemudian menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada Menteri Kesehatan dan Kementerian Kesehatan dalam surat tersebut.

Permintaan maaf itu juga harus ditulis dan ditanda tangani di atas materai serta diunggah di akun Twitter milik Aqwam sekaligus dikirimkan ke Kementerian Kesehatan.

"Kami tunggu dalam waktu 2x24 jam terhitung Selasa 4 Agustus 2020. Apabila sampai tenggat waktu yang diberikan tidak ada itikad baik dari saudara maka kami akan langsung menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," bunyi surat peringatan tersebut.

Merespons hal itu, warganet banyak mempertanyakan postingan Kemenkes yang berisi surat peringatan tersebut. Salah satunya datang dari Direktir Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto. Melalui akun Twitternya @damarjuniarto, Damar mempertanyakan dihapusnya postingan Kemenkes tersebut.



Sementara itu, publik figur Sherina Munaf turut mengkritisi surat peringatan Kemenkes tersebut. Dalam akun Twitternya @Sherinasinna, Sherina menyatakan Kemenkes tak perlu tersinggung terhadap kicauan Aqwam.


CNNIndonesia.com belum berhasil mendapatkan keterangan dari Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Widyawati terkait dihapusnya postingan tersebut. 

(rzr/asa)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK