Dewas KPK Bantah Lamban Usut Dugaan Pelanggaran Etik Firli

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 15:58 WIB
Dewas KPK mengklaim bertindak secara profesional dan tidak tergesa-gesa dalam upaya mendalami dugaan pelanggaran etik Firli terkait gaya hidup mewah. Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons kritikan Indonesia Corruption Watch (ICW) soal kinerja lamban dalam memproses dugaan etik Ketua KPK Firli Bahuri.

Anggota Dewas Syamsuddin Haris mengatakan pihaknya menerima kritikan tersebut dan akan dijadikan bahan evaluasi untuk kerja ke depan.

"Apapun kritik publik tentu harus kami terima sebagai masukan untuk perbaikan kinerja Dewas dan KPK pada umumnya ke depan," kata Syamsuddin kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/8).


Hanya saja terkait konteks aduan berupa pelanggaran kode etik, terang dia, Dewas bekerja profesional dan tidak tergesa-gesa. Syamsuddin berujar pihaknya tidak serta merta menetapkan seseorang melanggar etik tanpa fakta, bukti, dan keterangan pendukung yang cukup.

"Kita tidak mau gegabah dan tergesa-gesa. Penetapan seseorang melanggar etik atau tidak harus melalui persidangan etik. Jadi, bersabarlah," ujarnya.

Sebelumnya, LSM antikorupsi ICW menilai Dewas KPK bekerja lamban dalam memproses dugaan pelanggaran etik berupa gaya hidup mewah Firli.

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, berpendapat semestinya Dewas bisa bekerja cepat karena secara kasat mata tindakan Firli menggunakan helikopter untuk kepentingan pribadinya berpotensi melanggar kode etik yakni menunjukkan gaya hidup hedonisme.

"Namun Dewas sampai saat ini tidak kunjung menjatuhkan putusan terkait dugaan pelanggaran tersebut," kata Kurnia dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Sementara itu, Syamsuddin sendiri sempat menuturkan bahwa bulan Agustus ini menjadi target pihaknya untuk menyelesaikan penanganan laporan dugaan gaya hidup mewah Firli.

Saat ini, Dewas masih dalam tahap pemeriksaan pendahuluan atas keterangan sejumlah pihak yang telah diklarifikasi.

"Dewas telah melakukan klarifikasi terhadap masalah ini dengan meminta keterangan dari berbagai pihak termasuk dari Firli dan termasuk juga yang lain-lainnya, termasuk yang ada di luar seperti penyedia jasa heli. Dan saat ini sudah dikumpulkan," kata Ketua Dewas, Tumpak Hatorangan Panggabean.

(ryn/ain)

[Gambas:Video CNN]