KKB Sembunyi di Lokasi Banjir, Polisi Hindari Kontak Tembak

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 09:10 WIB
Polisi tak mendatangi lokasi diduga sarang KKB di Tembagapura karena menghindari kontak tembak saat penanganan bencana. Area pertambangan PT Freeport. (Dok. Freeport)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polres Mimika, Papua, menduga kuat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bersembunyi di wilayah yang dilanda banjir dan longsor di Tembagapura. Namun, aparat tak mendatanginya demi menghindari kontak tembak saat penanganan bencana.

Sebelumnya, banjir dan longsor menerjang Distrik Tembagapura, Kamis (30/7) malam. Wakil Bupati Mimika, Papua, Johannes Rettob mengatakan sebuah sekolah dan delapan rumah warga di Aroanop tertimpa longsor, enam jembatan gantung putus.

Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata mengatakan, dari pemantauan yang dilakukan oleh aparat, gabungan KKB dari berbagai wilayah terakhir terdeteksi masih berada di wilayah Distrik Tembagapura, tepatnya di daerah Baluni dan Jagamin.


Dua lokasi itu pada beberapa pekan terakhir dilanda bencana tanah longsor dan banjir bandang.

"Mereka disinyalir masih berada di daerah longsor di Jagamin dan Baluni. Mereka ada di sana. Kemungkinan mereka akan pindah ke lokasi lain, kami mengantisipasi hal itu," ujar Era, dikutip dari Antara, Senin (10/7).

Menurut Kapolres, bencana tanah longsor disertai banjir bandang di kawasan Aroanop, belum lama ini, tidak sampai menelan korban jiwa.

Infografis Lini Masa Teror KKSB di PapuaFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Pemkab Mimika bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama sudah mengirimkan bantuan bahan makanan untuk membantu warga terdampak di beberapa kampung itu.

Namun hingga kini, katanya, aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, belum bisa mendatangi lokasi bencana, terutama di Jagamin dan Baluni.

"Kami menghindari ekses kontak tembak dengan kelompok KKB di Aroanop," aku Era.

Sejauh ini, pihaknya hanya melakukan pengamanan di sepanjang rute PT Freeport Indonesia (PTFI), mulai dari wilayah dataran rendah menuju wilayah dataran tinggi Mimika, terutama jelang peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus.

Diketahui, sejumlah serangan yang disebut dilakukan KKB terjadi pada fasilitas PTFI. Misalnya, penembakan terhadap warga di Mile 62, jalan tambang PT Freeport Indonesia, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (21/5). Selain itu, penembakan di kantor OB 1 kompleks PTFI di Kuala Kencana, 30 Maret.

"Yang jelas untuk pengamanan menyambut 17 Agustus, kami akan melakukan koordinasi dengan semua satuan dan unsur terkait untuk memperketat pengamanan di sepanjang rute PTFI, jangan sampai mereka mengganggu perayaan 17 Agustus," kata Era.

(Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]