Kasus Meningkat, Ruang Isolasi Covid Kota Kendari Full

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 14:10 WIB
Wali Kota Kendari menginstruksikan pembangunan gedung baru untuk ruang isolasi dengan kapasitas 40 kamar di RSUD Kota Kendari. Ilustrasi ruang isolasi pasien corona. (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
Kendari, CNN Indonesia --

Ruang isolasi untuk pasien positif virus corona (Covid-19) di RSUD Kota Kendari sudah melebihi kapasitas alias full seiring peningkatan signifikan kasus positif di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara itu.

Direktur RSUD Kota Kendari Sukirman menyatakan, batas maksimal ruang isolasi Covid di Kota Kendari hanya 75 pasien. Namun, karena terjadi penambahan kasus beberapa hari ini, maka banyak pasien yang dialihkan untuk dirawat di RSU Bahteramas Kendari.

"Untuk 75 (kamar) sudah full. Karena kita juga tidak bisa menolak pasien penyakit lain yang mulai ramai di rumah sakit," kata Sukirman kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/8).


Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir telah menginstruksikan untuk dibangun gedung baru dengan kapasitas 40 kamar.

"Jadi namanya, gedung convention center. Itu gedung khusus di rumah sakit," lanjut Sukirman.

Ia menyebut, selain RSUD Kota Kendari, ada RSU Bahteramas sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Pemerintah Provinsi Sultra juga tengah membangun beberapa gedung sebagai ruang isolasi baru.

"Seperti di Bapelkes. Eks SMA Angkasa. Jadi, kalau soal ruangan tercukupi sebenarnya. Walaupun atas nama provinsi, tapi yang dirawat kan masyarakat Kota Kendari juga," imbuhnya.

Dari 17 kabupaten atau kota di Sulawesi Tenggara, Kota Kendari merupakan daerah yang paling tinggi kasus virus corona.

Data per Minggu 9 Agustus 2020, jumlah kasus virus corona di Kota Kendari sebanyak 296 kasus dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 141 orang, meninggal 7 orang dan masih dalam perawatan sebanyak 148 orang.

Menurut Sukirman, peningkatan kasus harian di Kota Kendari dalam satu minggu terakhir masuk kategori mengkhawatirkan. 

Peningkatan kasus positif, menurutnya, karena gugus tugas provinsi maupun Kota Kendari gencar melakukan tes.

"Rapid test massal di mana-mana. Beberapa kantor ditemukan reaktif dan hampir semua positif swabnya," kata dia.

Selain tes masif, peningkatan kasus corona erat kaitannya dengan aktivitas masyarakat yang makin terbuka dan banyak warga yang sudah tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Berbeda dengan awalnya (kasus). Sekarang, masyarakat agak berani keluar, kadang tidak pakai masker," tuturnya.

(pnd/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK