PDIP Tunggu Momen Tentukan Calon Pengganti Risma di Surabaya

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 06:07 WIB
Hasto Kristiyanto menyebut PDIP masih berhitung dan menunggu momen sebelum memutuskan bakal calon yang diusung untuk Pilwalkot Surabaya 2020. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan partainya masih melakukan perhitungan politik dan menunggu momentum terkait Pilwalkot Surabaya 2020 yang hingga kini belum diputuskan siapa bakal calonnya.

Hasto mengatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengajarkan bahwa berpolitik harus melihat momentum dan melakukan kalkulasi sebelum mengambil keputusan.

"Berkaitan dengan Kota Surabaya, sekali lagi politik itu melihat momentum, politik itu melalui kalkulasi, politik itu menyatukan alam pikir dan alam rasa, kami diajarkan oleh Ibu Megswaati untuk dapat melihat momentum itu," kata Hasto usai acara pengumuman pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP di Pilkada Serentak 2020 yang berlangsung daring, Selasa (11/8).


Berangkat dari itu, dia menerangkan PDIP memutuskan belum mengumumkan nama pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya yang akan diusung.

Menurutnya, pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya akan diumumkan bersama dengan sejumlah pasangan bakal calon kepala daerah lainnya pada pengumuman gelombang selanjutnya.

"Surabaya itu akan kita umumkan pada gelombang keempat bersama dengan kabupaten [dan] kota di Provinsi Bali dan juga dengan para calon gubernur dan wakil gubernur secara serentak," ucapnya.

"Dengan demikian, ini persoalan strategi dan kalkulasi politik dan momentum politik. Partai terus mempersiapkan kader-kader internal partai untuk menjadi pemimpin," tutur Hasto.

Sejauh ini, terdapat dua sosok yang ramai diperbincangkan bakal bertarung di Pilwalkot Surabaya 2020. Mereka adalah mantan Kapolda Jawa Timur Machfud Arifin serta Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana.

Machfud sendiri telah mengantongi dukungan dari delapan partai politik yakni PKB, PPP, NasDem, Golkar, Demokrat, PAN, PKS, dan Gerindra.

Artinya, PDIP yang memiliki 15 kursi di DPRD Kota Surabaya tinggal berpeluang menjalin koalisi dengan PSI yang memiliki empat kursi.

(mts/osc)

[Gambas:Video CNN]