Jokowi: Kita Harus Bajak Krisis untuk Lompatan Kemajuan

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 10:44 WIB
Jokowi mengatakan krisis akibat pandemi Covid-19 saat ini telah memaksa semuanya menggeser cara kerja dari cara-cara normal menjadi cara-cara ekstra normal. Presiden Joko Widodo mengatakan bakal membajak krisis pandemi virus corona untuk lompat maju. (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan krisis pandemi virus corona (Covid-19) saat ini seharusnya menjadi momentum untuk melakukan lompatan kemajuan. Jokowi mengingatkan agar krisis jangan sampai menimbulkan kemunduran.

"Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan," kata Jokowi saat memberikan pidato pada Sidang Tahunan MPR/DPR yang diakses dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (14/8).

Jokowi mengatakan krisis akibat pandemi Covid-19 saat ini telah memaksa semuanya menggeser cara kerja. Dari cara-cara normal menjadi cara-cara ekstra normal. Kemudian cara-cara biasa menjadi cara yang luar biasa.


"Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart shortcut, dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil," ujarnya.

Untuk itu, Jokowi menekankan bahwa pola pikir dan etos kerja juga harus berubah. Menurutnya, dalam kondisi krisis saat ini fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan.

"Efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan," kata Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyinggung kondisi Indonesia dan 215 negara di dunia yang menghadapi masa sulit akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, semua negara baik miskin, berkembang, hingga maju mundur karena terpapar Covid-19.

"Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan," ujarnya.

Hingga kemarin, Kamis (13/8), kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 132.816 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87.558 orang di antaranya telah sembuh dan 5.968 orang meninggal dunia.

(psp/fra)

[Gambas:Video CNN]