Covid di Bali, Kapasitas RS Sanglah Denpasar Sisa 10 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 11/09/2020 20:40 WIB
Lima daerah di Bali yang berpindah dari zona oranye menjadi zona merah yakni Jembrana, Badung, Gianyar, Buleleng, dan Kota Denpasar. Petugas medis di sekitar ruangan isolasi Covid-19 di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keterpakaian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Bali, telah mencapai angka 90 persen.

Kapasitas tempat tidur yang dimiliki salah satu rumah sakit rujukan infeksi virus corona (Covid-19) di Pulau Dewata ini hanya tersisa 10 persen atau sekitar 11 tempat tidur dari total 107 kasur.

"Belakangan ini huniannya sampai 90 persen. Tapi kami sampaikan sampai saat ini tidak ada masalah, jadi pelayanan bisa dengan baik karena masih ada sisa sekitar 10 persen," kata Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar Wayan Sudana dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Jumat (11/9).


Secara keseluruhan kapasitas tempat tidur yang dimiliki RSUP Sanglah untuk isolasi dan perawatan penyintas Covid-19 adalah sebanyak 107 tempat tidur. Oleh sebab itu, merespons pasien Covid-19 yang terus meningkat, RSUP saat ini berencana menambah kapasitas tempat tidur hingga 30 tempat tidur tambahan.

"Kami ke depan merencanakan untuk penambahan tempat tidur sekitar 30 tempat tidur, tentunya untuk penanganan kasus [covid-19] yang sedang, terutama yang berat," ujar Wayan.

Sementara itu, kapasitas tempat tidur yang disediakan Pemerintah Provinsi Bali untuk pasien covid-19 total berjumlah sebanyak 778 tempat tidur. Ratusan tempat tidur itu tersedia di 55 Rumah Sakit rujukan pasien corona di Bali.

Sedangkan untuk pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan hingga orang tanpa gejala (OTG), maka mereka akan menjalani masa isolasi di rumah karantina yang disediakan atau menjalani isolasi mandiri di rumah di bawah pengawasan Dinas Kesehatan setempat.

Saat ini, angka kasus konfirmasi positif covid-19 di Provinsi Bali menjadi sorotan, sebab dalam beberapa pekan ini terus mengalami peningkatan dan menyumbang kasus tinggi di nasional.

Dalam laporan yang diakses melalui laman https://covid19.go.id/peta-risiko pada Kamis (10/9) kemarin, provinsi dengan zona merah terbanyak adalah Bali. Tercatat ada delapan daerah zona merah di Pulau Dewata tersebut.

Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada 5 daerah di Bali yang berpindah dari zona oranye menjadi zona merah yakni Jembrana, Badung, Gianyar, Buleleng, dan Kota Denpasar.

Sementara daerah lainnya di Provinsi Bali seperti Bangli, Karangasem, dan Tabanan telah lebih dulu menjadi zona merah dan tetap bertahan pada status tersebut hingga pekan ini.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito sebelumnya mencatat Provinsi Bali sebagai wilayah dengan penambahan kasus paling tinggi di antara 34 Provinsi di Indonesia. Bahkan, kenaikan Bali melebihi jumlah seratus persen, yakni dari 565 kasus menjadi 1.134 kasus positif.

"Dan kenaikan kasus ini, tertinggi pertama adalah di Bali naik lebih dari 100 persen," ujar Wiku, Selasa (8/9) lalu.

Sebagai informasi, data Nasional per hari ini, Jumat (11/9) Provinsi Bali masuk dalam urutan ke-9 sebagai penyumbang kasus harian dengan jumlah 144 kasus tambahan dan 10 kasus kematian.

Sedangkan secara kumulatif, Bali memiliki kasus terkonfirmasi positif sebanyak 6.948 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 5.529 orang telah pulih, sementara 161 orang lainnya meninggal dunia.

(khr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK