Timses Akhyar Sebut Bobby Nasution Bawa Massa Lebih Banyak

CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2020 00:30 WIB
Timses Akhyar Nasution-Salman Alfarisi menyebut lawannya di pilwalkot Medan yakni Bobby Nasution membawa massa lebih banyak saat mendaftar ke KPU. Bobby Nasution sempat membawa massa saat mendaftar ke KPU sebagai calon wali kota Medan (CNN Indonesia/Farida)
Medan, CNN Indonesia --

Tim pemenangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi meminta maaf usai mendapat teguran dari Mendagri Tito Karnavian lantaran membawa massa saat mendaftar sebagai bakal calon pilwalkot Medan ke KPU.

Meski begitu, Tim pemenangan Akhyar-Salman mengatakan bahwa pasangan Bobby Nasution-Aulia Rahman juga patut dikritisi karena membawa massa lebih banyak saat mendaftar ke KPU.

"Kita akan maklumi itu. Ini akan menjadi pelajaran bagi kita. Kami atas nama Aman (Akhyar-Salman) memohon maaf. Menjadi pelajaran jangan hanya ke petahana, tapi juga ke kandidat lain yang non-petahana juga harus jadi perhatian. Karena kalau di Medan yang massanya yang paling banyak itu justru non-petahana," kata juru bicara tim pemenangan Akhyar-Salman, Ahmady, Jumat (11/9).


Ahmady menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi agar tidak ada pengumpulan massa saat mendaftar ke KPU. Hand sanitizer pun sudah disiapkan.

Sebelum berangkat ke KPU, lanjut Ahmady, pendukung Akhyar-Salman juga sempat berkumpul di suatu titik. Di sana dipilih kembali siapa saja yang boleh ikut agar tidak terlalu banyak.

Akan tetapi, tambah Ahmady, saat Akhyar - Salman didampingi pimpinan partai pendukung gowes ke KPU Medan, ternyata masyarakat begitu antusias untuk mengiringi. Sehingga tim pemenangan sulit membendung keramaian itu.

"Antusias masyarakat untuk mengiringi paslon ini sangat besar sekali. Jadi agak sulit kita membendung. Kita minta pada mereka jangan terlalu rapat," kata Ahmady.

Ahmady lalu mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan tidak hanya wajib dipatuhi oleh calon petahana, tetapi juga calon nonpetahana. Dalam hal ini, Bobby Nasution-Aulia Rahman.

"Protokol kesehatan tetap jadi standar kita, karena kondisinya belum normal. Jadi kita anjurkan protokol kesehatan tetap jadi pegangan. Apalagi Mendagri telah mengeluarkan aturan kerumunan tidak boleh lebih dari 100 orang," kata Ahmady.

Diketahui, Mendagri Tito Karnavian memberikan teguran kepada 72 calon petahana di pilkada serentak 2020 yang membawa massa sat mendaftar ke KPU. Salah satunya adalah Akhyar Nasution yang mendaftar sebagai calon wali kota Medan.

Saat mendaftar, Akhyar yang berpasangan dengan Salman Alfarisi menuju ke KPU menggunakan sepeda. Diiringi oleh petinggi partai dan simpatisan sehingga terlihat ada penumpukan massa.

Penantang Akhyar, yakni Bobby Nasution-Aulia Rahman juga membawa massa saat mendaftar ke KPU Medan. Pasangan ini mengendarai vespa dan juga diiringi para pendukung.

Puluhan pendukung Bobby - Aulia berkumpul di depan gerbang KPU Medan tanpa menjaga jarak sesuai protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Mereka berebut agar bisa menyapa menantu Presiden Jokowi itu dari dekat.

Bahkan aparat kepolisian dengan mengenakan pengeras suara sempat berulangkali mengingatkan pendukung Bobby -Aulia agar tidak berkerumun serta menggunakan masker di depan Kantor KPU Medan.

(fnr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]