BIN Punya Pasukan Khusus Rajawali, Bersenjata Laras Panjang

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2020 11:37 WIB
BIN menunjukkan atraksi militer pasukan khusus Rajawali di hadapan sejumlah tokoh negara pada pertengahan pekan ini. Pasukan khusus Rajawali milik Badan Intelijen Negara (BIN). (Screenshot via Instagram/@bambang.soesatyo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Intelijen Negara (BIN) memperagakan atraksi militer pasukan khusus Rajawali yang dilengkapi senjata laras panjang di hadapan sejumlah pejabat negara dalam kegiatan Inaugurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Plaza STIN, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/9).

Hal ini diketahui dari cuplikan video yang diunggah Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesetyo di akun akun instagram pribadinya bambang.soesatyo.

"Pasukan khusus Rajawali BIN memang beda. Selamat. Penampilan yang luar biasa. Jaga Indonesia, jaga NKRI," kata Bambang dalam keterangan video yang dia unggah dua hari lalu, dan diakses CNNIndonesia.com, Sabtu (12/9).


[Gambas:Instagram]

Dalam video itu, pasukan terlihat memperagakan aksi militeristik di hadapan sejumlah Jenderal TNI yang hadir. Tidak diketahui apakah pasukan khusus Rajawali terdiri atas personel TNI, Polri, atau anggota BIN.

Atraksi Pasukan Rajawali ini ditampilkan di hadapan Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesetyo, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafi, dan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono.

Deputi VII BIN Wawan Purwanto belum menjawab pesan yang dikirimkan CNNIndonesia.com mengenai fungsi dan kewajibab pasukan khusus tersebut.

Diketahui sejak Juli 2020, BIN kini berada langsung di bawah Presiden RI Joko Widodo, dari semula di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam). Perubahan ini diresmikan lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 73 Tahun 2020.

 

(tst/vws)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK