Unesa Beri Konseling Psikologi ke Mahasiswa Terlibat Ospek

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 02:59 WIB
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyatakan para mahasiswa baru dan panitia ospek mengalami tekanan luar biasa setelah video ospek beredar viral. Ilustrasi. (Istockphoto/Serghei Turcanu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bakal memberikan layanan konseling psikologi bagi mahasiswa yang terlibat kegiatan ospek yang belakangan viral di media sosial. Ospek di Unisa diduga mengandung kekerasan verbal dan bullying atau perundungan.

Layanan konseling diberikan untuk mahasiswa baru dan mahasiswa yang menjadi panitia ospek. Kepala Humas Unesa Vinda Maya Setyaningrum mengatakan panitia ospek banyak mendapat tekanan dari publik.

"Mereka mengalami tekanan yang luar biasa hebat di media sosial maupun langsung di nomor pribadi, sehingga kami ambil langkah cepat untuk memberikan layanan terapi kognitif yang biasa diberikan untuk penderita tekanan mental," katanya melalui keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (15/9).


Ia menjelaskan, layanan konseling diberikan oleh tim crisis center dari program studi psikologi Unesa. Pihaknya bakal memulai konseling hari ini dengan mahasiswa secara daring dan tatap muka.

Lebih lanjut, Vinda mengatakan pihak dari Fakultas Ilmu Pendidikan Desa dan panitia Perkenalan Kehidupan Kampus untuk Mahasiswa Baru (PKKMB) akan berkunjung ke rumah mahasiswa baru yang menjadi korban kekerasan verbal pada kegiatan ospek tersebut.

"Hasil rapat siang ini, kami berkomitmen menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan memberikan konseling langsung pada malam hari ini. Kami juga akan melakukan silaturahmi kepada keluarga mahasiswa baru," tambahnya.

Kegiatan ospek Unesa ramai diperbincangkan di jejaring sosial. Dalam unggahan video kegiatan itu, terekam mahasiswa baru dimarah-marahi seniornya. Pada salah satu video, mahasiswa baru dibentak karena tidak memakai ikat pinggang.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan rektor Unesa dan meminta klarifikasi terkait kasus tersebut.

Rektor Unesa Nurhasan  pun mengakui ada kesalahan yang dilakukan pihaknya dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB di kampusnya. Ia menyayangkan kejadian di masa orientasi mahasiswa baru tahun ini.

"Saat ini kami bersama pimpinan kemahasiswaan dari Fakultas terkait telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan dan seluruh masalah yang ada akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan," ungkap Rektor Unesa Nurhasan melalui pernyataan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

(fey/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK