Dinamika Politik Daerah, Alasan Gelora Dukung Kerabat Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 11:47 WIB
Anis Matta mengatakan dukungan Partai Gelora terhadap anak dan menantu Presiden RI Jokowi adalah dinamika daerah imbas dari pelaksanaan Pilkada secara langsung. Ketum Gelora Anis Matta mengatakan dukungan parpolnya terhadap anak dan menantu Presiden RI Jokowi adalah dinamika daerah imbas dari pelaksanaan Pilkada secara langsung. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta mengungkapkan alasan partainya mendukung anak dan putera presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilkada tahun 2020. Ia menyatakan keputusan tersebut dilandasi pada dinamika politik di daerah masing-masing.

"Itu dinamika politik daerah," kata Anis kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16/9).

Partai Gelora sendiri telah mengarahkan dukungan bagi putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang berpasangan dengan kader PDIP, Teguh Prakoso di Pilwalkot Solo. Gelora juga mendukung menantu Jokowi, Bobby A Nasution di Pilkada Kota Medan. Bobby berpasangan dengan kader Gerindra, Aulia Rahman.


Lebih lanjut, Anis menegaskan partainya memberikan keleluasaan bagi pengurus daerah untuk mengarahkan dukungannya bagi kandidat kepala daerah di Pilkada 2020.

Ia menyatakan semua jabatan publik yang dipilih langsung oleh rakyat pasti memiliki banyak dinamika di lapangan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya para pengurus partai di daerah yang lebih mengetahui dinamika tersebut.

"Itu prinsip dasar dari kebijakan Gelora dalam Pilkada ini," kata Anis.

Selain itu, Anis juga melihat majunya Gibran dan Bobby dalam Pilkada 2020 tak berkaitan dengan keinginan Jokowi untuk membangun dinasti politik di daerah. Ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengikuti pemilihan secara langsung di Pilkada sesuai aturan yang berlaku.

"Kalau jabatannya "diwariskan" tanpa pemilihan langsung oleh rakyat baru bisa disebut dinasti," kata Anis.

Gelora sendiri adalah partai yang baru berdiri. Parpol yang digawangi Anis Matta bersama sejumlah eks kader PKS, termasuk Fahri Hamzah, itu pada 20 Juli lalu pun telah berkunjung ke Istana Kepresidenan bertemu Jokowi. Dalam anjangsana tersebut, kala itu Anis menegaskan partainya tak membahas penjajakan untuk masuk koalisi pemerintahan.

Anis mengatakan pihaknya sekadar silaturahmi kepada Jokowi usai Partai Gelora mendapatkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM sebagai partai politik.

"Sambil memperkenalkan teman-teman Dewan Pimpinan Nasional [Gelora] kepada pak presiden," kata dia kala itu.

Tak hanya itu, Mantan Presiden PKS itu juga menyatakan pihaknya turut membahas mengenai krisis yang tengah melanda Indonesia akibat diterpa pandemi virus corona (Covid-19). Ia mengaku memberi saran kepada Jokowi untuk lebih banyak melibatkan akademisi dalam tiap pengambilan kebijakan pemerintah.

(rzr/kid)

[Gambas:Video CNN]