Anies Klaim Jakarta Punya 100 RS Rujukan untuk Pasien Covid

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 11:17 WIB
Gubernur Anies Baswedan menyebut pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat harus dirawat di RS rujukan yang totalnya saat ini mencapai 100 RS. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Courtesy of Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim sudah ada 100 rumah sakit rujukan yang disiapkan untuk menangani pasien terpapar virus corona (Covid-19).

Rumah sakit rujukan itu, kata Anies, disiapkan untuk pasien yang memiliki gejala sedang hingga berat dan membutuhkan perawatan intensif.

"Yang punya gejala sedang atau berat harus dirawat, itu sekarang ada tambahan rumah sakit sehingga kita saat ini ada 100 rumah sakit rujukan yang bisa digunakan," kata Anies di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9).


Sebelumnya DKI memiliki 67 rumah sakit rujukan Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 rumah sakit umum daerah atau RSUD telah dijadikan sebagai rumah sakit khusus Covid-19.

Selain rumah sakit rujukan, kata Anies, pihaknya juga telah menyiapkan tiga tempat isolasi mandiri dan dua hotel bagi pasien Covid-19. Tempat ini dapat digunakan untuk pasien tanpa gejala dan yang memiliki gejala ringan.

"Di Jakarta ada 3 tambahan tempat (isolasi mandiri) dan juga ada hotel. Ini yang untuk terkendali," ujarnya.

Tiga lokasi isolasi mandiri itu yakni Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Center) dengan alamat Jalan Kramat Jaya, Tugu Utara Koja, Jakarta Utara. Lalu di Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah di Jalan TMII, Cipayung, Jakarta Timur, dan Graha Wisata Ragunan di Komplek GOR Raya Ragunan Jalan Harsono RM, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kemudian untuk dua hotel yang disiapkan adalah Hotel Ibis Styles Mangga Dua dengan kapasitas 212 pasien dan U Stay Mangga Besar dengan kapasitas 240 pasien.

Lebih lanjut, Anies menegaskan bahwa pasien Covid-19 tanpa gejala ataupun gejala ringan tetap harus menjalani isolasi mandiri. Dia juga menegaskan bahwa isolasi mandiri itu tetap dipantau atau dikendalikan pemerintah.

"Tapi (isolasi mandiri) tidak dikerjakan tanpa pengendalian, jadi pilihannya satu ditempatkan di fasilitas ada Wisma Atlet dan kemudian juga ada tempat-tempat lain yang sudah disiapkan," tuturnya.

(dis/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK