Aparat Tangani Dugaan Beras Plastik dalam Bansos di Jabar

CNN Indonesia | Jumat, 02/10/2020 03:15 WIB
Penegak hukum turun tangan dalam temuan beras bansos yang diduga mengandung biji plastik di Karawang dan Cianjur. Ilustrasi pengecekan diduga beras plastik. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian dan Kejaksaan menyelidiki temuan beras beras bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial yang diduga bercampur dengan biji plastik di Karawang dan Cianjur, Jawa Barat (Jabar).

Penerima bansos yang mendapatkan dua karung beras dengan jumlah masing-masing 15 kilogram mengaku salah satu karung beras bansos berisi beras campuran plastik, sementara sekarung lainnya berisi beras normal.

Salah seorang penerima bansos asal Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Yuyum, menyatakan temuan itu ia dapati saat hendak mencuci beras dan menemukan beberapa butiran bulat plastik bening di dalamnya.


"Tidak tahu kalau itu beras plastik, saya kira pengawet dibikin obat. Tidak layak dimakan ya, tapi [karung] yang satunya bagus," kata dia, dikutip dari siaran CNN Indonesia TV, Kamis (1/10).

Warga lainnya, Aan, menyebut tekstur beras itu berbeda dengan beras pada umumnya. Ketika dikonsumsi, beras tersebut memiliki tekstur kasar dan rasa tak layak santap.

"Kalau pengawet mah halus, ini gede-gede seperti butir potongan plastik, kesat, rasanya pahit dan kasar," ujarnya.

Temuan serupa juga terjadi di Kecamatan Bojongpicung dan Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Warga yang curiga mengenai tekstur nasi yang dimasak berbeda dengan biasanya, lantas memeriksa dan mendapati karung beras di dalamnya berisi beras yang dicampur butiran plastik.

Di Bojongpicung, warga menemukan puluhan diduga butir biji plastik dalam karung. Sementara di Cilaku, dua orang warga menemukan biji plastik dalam karung yang mereka dapatkan dari e-Warung dengan jumlah lebih sedikit.

Merespons temuan warga ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta menyatakan mendalami kasus ini dengan mengumpulkan bukti dan keterangan dari para penerima, penyedia, hingga pengantar bansos.

"Ini belum seluruhnya kita timbang, tapi kita tetap mengumpulkan data keterangan. Ya, beras seperti itu, campur antara beras asli dan plastik," kata Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta Andin Adyaksantoro.

Senada, Kapolres Cianjur Mochamad Rifai menyebut pihaknya mendalami kasus beras bercampur butiran plastik di dua kecamatan itu.

"Selang beberapa hari, ketika kami masih mengusut temuan di Kecamatan Bojongpicung, petugas kembali mendapat laporan yang sama di Kecamatan Cilaku, sehingga kami akan mendalami kedua kasus tersebut karena terjadi di dua wilayah yang jaraknya berjauhan," ujarnya, dikutip dari Antara.

Pihaknya juga telah melakukan penyelidikan terkait dugaan unsur kesengajaan dalam kasus ini.

"Kita tunggu hasil penyelidikan untuk memastikan hal tersebut," ucap dia.

Jika ditemukan unsur kesengajaan, pihaknya membuka kemungkinan menjerat supplier dengan kasus pidana.

"Supplier tetap harus bertanggung jawab, kalau terbukti kita akan seret kasus pidana-nya," tandas Rifai.

(khr/Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]