Bareskrim Gelar Perkara Kebakaran Kejagung Hari Ini

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 07:07 WIB
Sebanyak 12 saksi telah diperiksa untuk melengkapi pemberkasan gelar perkara kebakaran di Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu. Kondisi gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bareskrim Polri mempercepat penyidikan kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dengan mulai melengkapi sejumlah dan mempersiapkan gelar perkara untuk menentukan tersangka.

"Tadi pagi, penyidik telah melaksanakan evaluasi pemeriksaan untuk percepatan penyidikan kasus kebakaran Kejagung dalam rangka penentuan tersangka," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/9).

Awi menuturkan pihaknya juga mempersiapkan paparan untuk gelar perkara yang rencananya akan dilaksanakan bersama dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rabu (30/9).


Untuk melengkapi hal tersebut, penyidik juga kembali melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi yang berkaitan dengan insiden tersebut. Mereka berasal dari pihak keamanan dalam (Kamdal), Cleaning Service, PNS, Driver, Damkar dan saksi ahli dari PUPR.

"Bahan paparan terkait rencana gelar perkara dengan JPU (P-16) guna melaksanakan ekspose bersama," ujar Awi.

Dalam perkara ini, baresrim sebelumnya menemukan unsur dugaan pelanggaran pidana saat peristiwa kebakaran besar itu terjadi di markas Korps Adhyaksa tersebut.

Polisi juga telah memeriksa sekitar 131 saksi yang terdiri dari petugas kebersihan, office boy, pegawai kejaksaan, dan para ahli sebelum menaikkan status perkara itu.

Sebagai informasi, dalam konferensi pers, Kamis (17/9) lalu, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan penyebab kebakaran bukan karena korsleting listrik, melainkan karena nyala api terbuka (open flame). Namun, hingga saat ini Polri belum mengungkapkan sumber api yang menyulut kebakaran itu.

Dia menuturkan terdapat sejumlah saksi yang menyaksikan api mulai terbakar dari lantai 6 Gedung tersebut. Kata Listyo, saksi-saksi yang merupakan tukang bangunan itu sempat mencoba untuk memadamkan api namun tidak berhasil.

"Kami melakukan penyidikan, dan memeriksa potential suspect [berpotensi menjadi pelaku] kami akan memburu tersangka," kata Listyo kala itu.

Kasus kebakaran ini menjadi polemik lantaran Kejagung tengah menjalani sejumlah kasus korupsi besar di Indonesia. Banyak pihak khawatir insiden itu akan berdampak pada penanganan kasus. Namun Kejagung memastikan tak ada berkas perkara yang terbakar.

(mjo/kid)

[Gambas:Video CNN]