Demo Ciptaker Bandung Enggan Bubar, Water Canon Dikerahkan

CNN Indonesia | Selasa, 06/10/2020 18:40 WIB
Polisi yang melakukan pengamanan berusaha membubarkan massa aksi dengan tembakan peringatan ke udara, gas air mata, hingga pengerahan water cannon. Dalmas, polisi anti huru-hara, pengurai massa membentuk formasi di Jalan Diponegoro Bandung. (CNN Indonesia/ Huyogo)
Bandung, CNN Indonesia --

Aksi tolak Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) berlangsung hingga malam ini di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/10).

Polisi yang melakukan pengamanan pun berusaha membubarkan massa aksi. Dalam upaya pembubaran itu, polisi terpantau melepas tembakan peringatan ke udara, gas air mata.

Terakhir, sekitar pukul 18.20, setelah tembakan gas air mata ke sejumlah arah. Kendaraan polisi pembawa meriam air (water cannon) pun dikeluarkan.


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, water cannon yang semula berada di dalam halaman Gedung DPRD itu dikerahkan menuju Jalan Diponegoro untuk membubarkan massa aksi.

Selain itu, personel polisi yang diterjunkan pun membentuk formasi untuk membubarkan massa.

Massa sendiri terlihat ada yang mundur ke arah Jalan Diponegoro, Jalan Sultan Tirtayasa, dan Jalan Djuanda atau Dago.

Dari arah barisan polisi terdengar suara komando yang meminta kepada massa aksi bubar dan tak melakukan aksi perusakan.

"Diharapkan rekan rekan untuk tidak berbuat anarkis. Sampaikan aspirasi rekan rekan dengan cara damai," demikian peringatan polisi.

Sebelumnya aksi penolakan UU Ciptaker itu dilakukan massa mahasiswa berbagai kampus sejak siang hari di depan Gedung Sate.

Sekitar pukul 18.04 WIB, massa yang berkumpul di depan Gedung Sate untuk melakukan aksi itu tak terlihat jelas identitasnya.

Berbeda dengan aksi mahasiswa pada siang hari, pada malam ini massa tersebut terlihat tanpa mengenakan identitas seperti misalnya jas almamater.

Massa yang tanpa terlihat identitas jelas tersebut berusaha merusak pagar Gedung Sate. Alhasil, polisi pun mencoba menanggulangi, salah satunya dengan melepas tembakan peringatan ke udara.

Massa terpantau sempat mundur, namun kembali lagi ke depan pagar kompleks perkantoran Pemprov Jabar tersebut.

Setelah tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi ke berbagai arah tersebut, massa sejauh ini tercerai berai dan mundur dari depan Gedung Sate. Berdasarkan pantauan hingga pukul 18.20 WIB setidaknya ada lima tembakan gas air mata.

(hyg/kid)

[Gambas:Video CNN]