Khawatir Penyusup, Buruh Batal Demo Omnibus Law di Istana

CNN Indonesia | Kamis, 15/10/2020 12:29 WIB
Gerakan Buruh Jakarta batal menggelar demo Omnibus Law UU Cipta Kerja di Istana Negara karena mendapat info akan ada kelompok yang menyusup. Ratusan buruh mengikuti demo menolak Omnibus Law Cipta Kerjadi Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (12/10). (CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gerakan Buruh Jakarta batal mengadakan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di sekitar kawasan Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10).

Koordinator Lapangan Gerakan Buruh Jakarta mengatakan aksi dibatalkan karena pihaknya mendapat informasi ada kelompok yang berusaha menyusup ke barisan buruh.

"Kita juga ada informan-informan yang kita sebar. Ada pihak-pihak yang akan meminjam panggung kita," kata Supardi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/10).


Supardi tak memastikan apakah informasi tersebut ia dapatkan dari kepolisian. Ia juga enggan menyebut siapa yang berusaha menyusup ke demonstrasi buruh.

Dia hanya menjelaskan lokasi unjuk rasa hari ini dipindahkan. Gerakan Buruh Jakarta akan berunjuk rasa di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

"Tidak ke Istana karena kita menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan yang bisa bikin image kita jadi buruk, kurang bagus nanti di mata masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Gerakan Buruh Jakarta berencana menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Istana Kepresidenan Jakarta. Rencananya, aksi digelar maraton hari ini hingga Kamis (22/10).

Dalam aksi ini, Supardi menyebut ada beberapa tuntutan yang ingin mereka sampaikan.

"Tuntutan kita pertama keluarkan Perppu Omnibus Law, pemerintah untuk segera mengeluarkan Perppu," ujarnya.

Kedua, lanjut Supardi, pihaknya mengutuk aksi represif yang dilakukan kepolisian saat mengamankan unjuk rasa. Ketiga, meminta pemerintah agar fokus pada penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

(dhf/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK