Aksi Tolak Omnibus Law Rampung, Mahasiswa Bubar dengan Tertib

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 18:54 WIB
Mahasiswa yang menggelar demonstrasi tolak Omnibus Law Cipta Kerja membubarkan diri dengan tertib di depan Gedung Kemeterian Pariwisata. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Massa aksi tolak Omnibus Law Cipta Kerja membubarkan diri dari lokasi demonstrasi di depan Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta.

Pantauan CNNIndonesia.com, massa mahasiswa mulai membubarkan diri dari pukul 17.00 WIB. Di tengah guyuran hujan, mereka membubarkan diri ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan.

Para mahasiswa sempat bertahan saat hujan mulai mengguyur. Namun, mereka tak bertahan lama.


Meski massa sudah membubarkan diri, kepolisian belum membuka pembatas beton dan kawat berduri di Jalan Medan Merdeka Barat. Kendaraan dari arah Jalan MH Thamrin masih belum dapat melintas ke arah Harmoni.

Sebelumnya, massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja. Mereka sempat protes kepada pihak kepolisian karena tidak diizinkan mendekat ke Istana Kepresidenan.

Koordinator Wilayah BEM se Jabodetabek-Banten Aliansi BEM SI, Bagas Maropindra menyatakan tuntutan aksi tersebut sama dengan aksi sebelumnya, yakni mendesak Presiden Jokowi untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membatalkan UU Cipta Kerja yang disahkan 5 Oktober lalu.

Selain tuntutan itu, mereka juga akan menyuarakan kecaman terhadap tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

(dmi/wis)

[Gambas:Video CNN]