Survei: Polisi Makin Represif, Warga Takut Sampaikan Pendapat

CNN Indonesia | Minggu, 25/10/2020 23:23 WIB
Survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat di rezim Jokowi semakin takut menyuarakan pendapat. Ilustrasi polisi amankan demontrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat takut dalam menyatakan pendapat saat ini. Kebebasan sipil disebut terancam karena aparat kepolisian yang semakin semena-mena.

Direktur Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan hal itu terlihat dari temuan survei yang menunjukkan mayoritas publik cenderung setuju atau sangat setuju bahwa situasi saat ini membuat masyarakat semakin takut menyuarakan pendapat.

Berdasarkan hasil survei pihaknya diperoleh hasil 21,9 persen responden sangat setuju dan 47,7 persen agak setuju bahwa situasi saat ini membuat masyarakat semakin takut menyuarakan pendapat.


Mayoritas publik cenderung setuju atau sangat setuju sekarang ini warga semakin takut menyatakan pendapat," kata Burhanuddin, saat memaparkan hasil survei nasional pihaknya yang bertema 'Politik Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi', secara daring, Minggu (25/10).

Selain itu, lanjutnya, survei Indikator Politik Indonesia juga menemukan hasil bahwa mayoritas responden mengakui semakin sulit menggelar berdemonstrasi atau melakukan protes serta menilai aparat semakin semena-mena menangkap orang yang berbeda pandangan politik dengan penguasa.

Dia memaparkan hasil bahwa 20, 8 persen responden setuju dan 53 persen responden agak setuju mengenai masyarakat semakin sulit menggelar demonstrasi atau melakukan protes saat ini.

Burhanuddin melanjutkan, survei pihaknya menemukan hasil 19,8 persen responden sangat setuju dan 37,9 persen responden agak setuju bahwa aparat semakin semena-mena menangkan orang yang berbeda pilihan politik dengan penguasa saat ini.

Dia menerangkan bahwa indikator kebebasan sipil ini turut mempengaruhi kepuasan terhadap demokrasi.

Menurutnya, kepuasan terhadap demokrasi secara umum mencapai 68 persen. Namun,  kepuasan demokrasi lebih rendah di kalangan yang kritis terhadap indikator kebebasan sipil.

Burhanuddin juga berkata bahwa indikator temuan survei pihaknya ini akan mempengaruhi kepuasan atas kinerja demokrasi yang dijalankan pemerintah.

"Semakin publik menilai bahwa Indonesia makin tidak demokratis, semakin takut warga menyatakan pendapat, semakin sulit warga berdemonstrasi, dan aparat dinilai semakin semena-mena, maka kepuasan atas kinerja demokrasi semakin tertekan," tutur Burhanuddin.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling dengan mengontak telepon langsung ke responden. Sebanyak 1.200 dari 5.614 responden dihubungi Indikator Politik Indonesia saat melakukan survei yang berlangsung pada 24-30 September 2020 ini.

Menurut Burhanuddin, survei ini memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(mts/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK