Kritik Keras di Mata Najwa, Rocky Gerung Trending di Twitter

Eka Santhika, CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 16:03 WIB
Nama Rocky Gerung menjadi trending di twitter setelah melakukan kritik keras pemerintah di acara Mata Najwa. Rocky Gerung trending setelah melakukan kritik keras terhadap pemerintah (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nama Rocky Gerung ramai dibicarakan netizen menjadi topik terpopuler (trending topic) setelah melakukan kritik keras kepada pemerintah lewat acara Mata Najwa, Rabu (21/10) malam.

Beberapa kritik yang ramai dibicarakan netizen dari Peneliti Perhimpunan Pendidikan dan Demokrasi itu diantaranya ketika Najwa meminta ia menilai kinerja pemerintah. Ia pun memberikan nilai A minus.

"A minus itu, A untuk kebohongan, minus untuk kejujuran," tuturnya seperti dikutip dari rekaman video pada menit 3:05 berikut.


Pernyataan ini mendapat reaksi beragam dari netizen. Sebagian menanggapi positif ungkapan Rocky.

"Momen paling epic, mantep dah buat bang Rocky," cuit akun @Sampelawera.

"Another level of SAVAGE by Rocky Gerung.. No Rocky, No Party (Tingkat kekejaman baru Rocky Gerung...Tak ada Rocky, tak ada pesta," cuit akun lain sembari menyertakan emotikon tertawa.

Selain itu, netizen juga banyak membicarakan ketika Rocky membahas soal kebijakan Omnibus Law yang dianggap tidak memperhatikan etika lingkungan.

Menanggapi soal pernyataan Rocky, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan menjelaskan bahwa Omnibus Law muncul untuk meningkatkan tingkat kompetitif berbisnis di Indonesia yang menurun.

"Global competitiveness kita sudah turun dari 45 ke 50. Daya saing industri kita juga sudah turun. Beberapa hari lalu ada yang namanya indeks (kebebasan) berusaha kita itu paling kompleks," tuturnya.

Indonesia disebut paling buruk dalam kebijakan untuk mempermudah berusaha karena ada kebijakan yang terlalu rumit.

"Hyper regulation," jelas Dany. "Kita perlu percepatan," tambahnya.

Percepatan yang dimaksud adalah dengan menerbitkan aturan Omnibus Law.

Meski demikian, Rocky tetap bersikeras bahwa aturan kemudahan berbisnis dalam Omnibus Law mesti sejalan dengan kebijakan lingkungan (environmental ethics) yang mendunia.

Hal ini pun mendapat dukungan netizen. Mereka mendukung perlunya kebijakan lingkungan disamping kemudahan berbisnis.

Terkait penilaian terhadap pemerintah, Rocky tak merinci apa saja kebohongan yang dilakukan Presiden Jokowi. Dia hanya bilang bahwa skor itu didasarkan dari survei yang dilakukan oleh salah satu media nasional. Bahwa, kepuasan publik terhadap pemerintah menurun.

Hasil survei SMRC pada 12-15 Agustus, 67 persen responden mengaku puas (60 persen cukup puas dan 7,4 persen sangat puas) dengan kinerja Jokowi. Sementara, 30,5 persen menyebut tak puas (27,1 persen kurang puas dan 3,1 persen tidak puas sama sekali).

Sementara, survei Indikator Politik pada 24-30 September mengungkapkan 60 persen responden percaya pada Jokowi (57,7 persen cukup percaya dan 3 persen sangat percaya); 24,1 persen kepercayaannya biasa saja; dan 14 persen tak percaya (2,7 persen tak percaya dan 1,8 persen sangat tidak percaya).

(eks/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK