Suara Warga Pulau Rinca Terhimpit Proyek 'Jurassic Park' NTT

CNN Indonesia | Senin, 26/10/2020 16:24 WIB
Selama ini warga Pulau Rinca NTT menginginkan ada kesepakatan tertulis dalam proyek 'Jurassic Park' di Taman Nasional Komodo. Namun hingga kini belum terpenuhi. Suasana berwisata di Pulau Komodo, Kepualau Nusa Tenggara. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah belum memenuhi permintaan warga soal kesepakatan tertulis sebelum pengerjaan proyek pembangunan 'Jurassic Park' di Resort Loh Buaya, Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu warga Desa Pasir Panjang Pulau Rinca, Sumardin (32) mengatakan hingga kini belum ada kesepakatan hitam di atas putih yang diinginkan warga sebagai syarat pemugaran di Resort Loh Buaya. Padahal, kata Sumardin, pembicaraan mengenai itu telah dilakukan kedua pihak sebelum proyek dimulai.

"Masyarakat menginginkan ada kesepakatan tertulis, terutama dalam pembangunan itu. Pertama, kalau sekilas saya dapatkan bahwa pembangunan itu disetujui dengan syarat-syarat yang diajukan oleh pihak masyarakat," ujarnya lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/10).


Dalam sosialisasi itu, Sumardin mengatakan warga setempat mengajukan sejumlah syarat yang harus dipenuhi pemerintah sebelum proses pembangunan dilakukan.

Beberapa di antaranya yaitu, pemerintah berjanji untuk tetap melindungi ekosistem dan kehidupan satwa Komodo di wilayah itu. Kemudian, kata Sumardin, masyarakat juga menginginkan agar pemerintah dapat mempekerjakan masyarakat setempat dalam mengelola kawasan wisata.

Lalu, lanjut dia, pembangunan paling utama tidak merusak mata pencaharian warga sekitar yang umumnya merupakan nelayan.

SUASANA BERWISATA DI TAMAN NASIONAL KOMODOSuasana berwisata di Taman Nasional Komodo, Kepulauan Nusa Tenggara. (Dok. Kementerian Pariwisata)

"Cuma, di sana masyarakat juga meminta ada sumbangsih untuk masyarakat di sini, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dari hal-hal semua itu, kemarin itu butuhnya secara tertulis. Maksudnya ada pengakuan, dari pemerintah dengan masyarakat Pasir Panjang. Cuma yang kita tunggu sampai sekarang belum ada secara tertulisnya," kata dia.

Sumardin mengatakan warga di kawasan Taman Nasional Komodo, terutama di Pulau Rinca, pada dasarnya tidak menolak rencana pemerintah melakukan pemugaran di wilayah itu, asalkan tetap memerhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Justru menurutnya, warga menolak jika masyarakat harus meninggalkan pulau tersebut dengan alasan untuk kelangsungan Komodo. Rencana itu sebelumnya sempat diungkapkan Gubernur NTT Viktor Laiskodat pada 2019.

Saat itu Viktor berencana menutup Pulau Loh Liang, salah satu pulau TNK lain yang dekat dengan Pulau Rinca. Langkah itu dilakukan untuk menumbuhkan karakter asli Komodo yang agresif.

Padahal, menurut Sumardin, baik warga Pulau Rinca maupun Loh Liang, telah lama hidup bersama dan berdampingan dengan satwa purba itu. Bahkan menurutnya, warga juga tidak merasa terganggu ataupun mengganggu keberadaan Komodo di lingkungan mereka.

"Apalagi, di desa ini dengan datangnya para wisatawan melihat binatang Komodo itu sendiri, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat di sini. Adanya kunjungan, sehingga ada perputaran ekonomi di situ bagi masyarakat itu sendiri," ucapnya.

Saat dihubungi terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang Nistyantara belum merespons pesan maupun panggilan telepon dari CNNIndonesia.com, terkait permintaan masyarakat tersebut.

(thr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK