Operasi Zebra Jadi Antisipasi Arus Liburan di Tengah Pandemi

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Jumat, 30/10/2020 15:00 WIB
Dalam Operasi Zebra kali ini, 160 ribu personel yang diterjunkan akan menegur para pelanggar protokol kesehatan demi meminimalisir penularan Covid-19. Ilustrasi Operasi Zebra. (Foto: CNN Indonesia/Aini Putri Wulandari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian melalui Korlantas Polri menggelar Operasi Zebra mulai 26 Oktober-8 November 2020 sebagai tambahan pengamanan dan antisipasi arus liburan masyarakat pada masa libur panjang dan cuti bersama pada akhir pekan ini.

Selama Operasi Zebra ini, petugas akan terus menyampaikan teguran terhadap pelanggaran protokol kesehatan demi meminimalisasi penularan Covid-19 dan menambah pemeriksaan protokol kesehatan di pintu-pintu masuk lokasi wisata.


Melalui operasi ini pula, Polri menggerakkan 160.916 personel dan 645 pos-pos pengamanan dan pelayanan.

Awi Setiyono, Karo Penmas Divisi Humas Polri, mengatakan bahwa masa libur panjang seperti ini memang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian ke lokasi wisata dan berkumpul bersama keluarga.

Belajar dari pengalaman dua libur panjang sebelumnya, yakni pada saat Hari Raya dan Hari Kemerdekaan, kondisi ini menciptakan potensi kerumunan, sekaligus penularan Covid-19.

Awi berharap, dengan ataupun tanpa Operasi Zebra, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin di manapun berada, termasuk pada momen cuti panjang bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 28-30 Oktober 2020 yang disambung dengan akhir pekan ini.

Dengan begitu, masyarakat Indonesia dan aparat pemerintahan dapat bergerak bersama-sama menekan mata rantai penyebaran Covid-19.

"Bagi umat muslim, selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan jangan sampai terkena Operasi Yustisi dan tetap tertib berlalu lintas."

"Seyogyanya kalau tidak ada agenda liburan lebih baik tetap di rumah untuk menekan rantai penyebaran Covid-19. Kalau memang berlibur jauhi kerumunan karena kita tidak bisa memastikan di situ ada Covid-19 atau tidak," pesannya, dikutip dari laman resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Kamis (29/10).

Spesialis penyakit dalam Dirga Sakti Rambe mengatakan bahwa penularan Covid-19 terkait dengan mobilitas. Menurut dia, kalau memang terpaksa untuk melakukan perjalanan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

"Sebisa mungkin kita berlibur dengan orang serumah, bukan dengan keluarga jauh apalagi dengan orang asing. Serta mematuhi protokol 3M di manapun kita berada, agar kita aman dan tidak terkena penyakit. Paling ideal memang liburan di rumah saja," ujarnya.

Protokol 3M mencakup disiplin #pakaimasker secara benar, #jagajarak dan menghindari kerumunan, serta #cucitangan pakai sabun di bawah air mengalir.

Dalam kesempatan yang sama, Dirga juga mengimbau masyarakat agar memilih tempat rekreasi alternatif yang tidak berpotensi menciptakan kerumunan. Dia mendorong masyarakat agar mengutamakan mengunjungi tempat-tempat terbuka daripada tempat tertutup, dengan durasi kunjungan yang tidak terlalu lama.

"Pastikan juga agar mendapat istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi terutama memperbanyak sayur dan buah, menghentikan kebiasaan merokok, juga menjaga kesehatan mental," katanya.

(ang/rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK