Awan Panas Gunung Sinabung 2 Km, Tiga Kecamatan Terdampak

CNN Indonesia | Jumat, 30/10/2020 05:16 WIB
Tiga kecamatan terdampak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Gunung Sinabung mengeluarkan awan panas dengan jarak 2 ribu meter, tiga kecamatan terpapar debu vulkanik (ANTARA FOTO/Tibta Peranginangin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Sumatera Utara menyatakan tiga kecamatan terdampak debu vulkanik dan awan panas akibat erupsi Gunung Sinabung.

Warga diminta tidak melakukan aktivitas di dekat gunung yang baru saja mengeluarkan awan panas dengan jarak 2 ribu meter itu.

Kepala BPBD Karo, Natanail Perangin-angin merinci kecamatan yang terdampak, yaitu Berastagi, Kecamatan Merdeka, dan Kecamatan Dolat Rakyat.


"Tidak ada rumah warga yang rusak di tiga kecamatan itu, akibat Erupsi Sinabung, di Kabupaten Karo," katanya mengutip Antara, Kamis (29/10).

Natanail menjelaskan bahwa Gunung Sinabung kembali erupsi dengan mengeluarkan awan panas pada Kamis (29/10). Erupsi terjadi sekitar pukul 17/52 WIB.

Erupsi gunung Sinabung itu terekam seismogram dengan amplitudoa maksimum 120 mm dan durasi 166 detik.

"Erupsi Gunung Sinabung itu meluncurkan awan panas dengan jarak 2.000 meter ke arah timur-tenggara, dan tinggi kolom 1.500 meter," ujar Natanail.

Saat ini Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga). Warga termasuk petani direkomendasikan tidak melakukan aktivitas di radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung.

Sebelumnya, Gunung Sinabung sudah mengeluarkan awan panas pada Minggu (25/10) sekitar pukul 12.51 WIB. Awan panas itu berjarak 1.500 meter ke arah timur-tenggara dan arah angin timur-tenggara.

BPBD Karo, Sumatera Utara menyatakan Gunung Sinabung kembali meluncurkan awan panas dengan jarak 1.000 meter ke arah timur-tenggara pada Rabu (28/10).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Karo, Natanail Perangin-angin mengatakan awan panas terlihat pada pukul 08.51 WIB, Rabu (28/10).

(Antara/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK