Satgas: Daerah Zona Oranye Naik Dua Kali Lipat, Jangan Puas

Satgas Covid-19, CNN Indonesia | Sabtu, 31/10/2020 13:07 WIB
Berdasarkan data #SatgasCovid19, jumlah daerah zona oranye per 25 Oktober 2020 mencapai 360 dari sebelumnya 166 kabupaten/kota pada Mei 2020. Berdasarkan data #SatgasCovid19, jumlah daerah zona oranye per 25 Oktober 2020 mencapai 360 dari sebelumnya 166 kabupaten/kota pada Mei 2020. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa jumlah daerah zona oranye terus bertambah dan kini naik lebih dari dua kali lipat.

Berdasarkan catatan #SatgasCovid19, jumlah daerah zona oranye Covid-19 per 25 Oktober 2020 telah mencapai 360 kabupaten/kota.

Jumlah tersebut bertumbuh pesat sejak pertama kali penetapan zonasi risiko daerah pada 31 Mei 2020. Pada saat itu, sebanyak 166 kabupaten/kota dinyatakan berada dalam risiko sedang penularan Covid-19 atau zona oranye.


"Target kita bersama, seluruh kabupaten/kota berada di zona kuning dan hijau. Kita tidak boleh merasa puas berada di zona oranye," ujar Wiku sebagaimana dikutip dari laman resmi Satgas Covid-19, Jumat (30/10).


Tanpa Perubahan

Lebih khusus, Wiku menyoroti 54 kabupaten/kota yang selama 10 pekan berturut-turut berada dalam zona oranye.

54 daerah tersebut yakni Aceh Tengah, Asahan, Karo, Kota Pematang Siantar, Labuhan Batu, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Toba Samosir, Banyuasin, Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kota Solok, Bintan, Bogor, Demak, Grobogan, Kota Magelang, Purworejo, Sragen, Blitar, Jember, Jombang, Pandeglang, Bantul, Yogyakarta, dan Kulonprogo.

Kemudian, Lombok Barat, Bulungan, Paser, Kapuas, Katingan, Pulang Pisau, Kota Banjarbaru, Tanah Bumbu, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Minahasa Selatan, Gowa, Luwu Utara, Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Sinjai, Buton, Buton Tengah, Kota Bau Bau, Mamuju, Gorontalo Utara, Halmahera Utara, Kota Ternate dan Keerom.

"Ini yang kami sebut sebagai perasaan nyaman tidak berada di zona merah, tetapi berada di zona oranye dalam waktu lama. Satgas sangat menyayangkan kondisi seperti ini," lanjutnya.

Kondisi itu menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Menurut dia, seharusnya daerah-daerah yang tidak berubah kondisinya selama 10 pekan berturut-turut itu belajar untuk meningkatkan penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

"Sepuluh minggu bukanlah waktu yang sebentar. Untuk itu kepada bupati dan walikota ini agar dibantu oleh gubernurnya, untuk bisa memperbaiki kondisi di wilayahnya. Kami menunggu kepada 54 kabupaten/kota ini untuk bisa berpindah ke zona kuning," pesan Wiku.

(ang/fef)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK