Profil Siti Fadilah, Eks Menkes yang Kini Bebas dari Penjara

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 31/10/2020 13:23 WIB
Siti Fadilah Supari yang pernah mendekam di penjara selama empat tahun karena kasus korupsi pengadaan alkes, kini telah bebas murni. Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari telah bebas murni dari penjara pada Sabtu (31/10) ini. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Siti Fadilah dinyatakan bebas murni setelah menjalani hukuman selama empat tahun di Rutan Kelas I Pondok Bambu. Pada 2017 silam, ia terganjal kasus tindak pidana korupsi alat kesehatan pada tahun 2004.

Fadilah merupakan Menteri Kesehatan di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia menjabat sebagai Menkes sejak 2004 hingga 2009 dan dilanjutkan menjadi Dewan Pertimbangan Presiden SBY dari tahun 2010-2014.

Saat menjabat jadi Menkes inilah ia terganjal kasus korupsi. Siti diduga menunjuk langsung Indofarma untuk mengerjakan pengadaan alkes di Kemenkes guna mengantisipasi kejadian luar biasa pada 2005.


Siti disebut meminta kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen Kemenkes, Mulya Hasjmy, memilih PT Indofarma sebagai penyedia buffer stock. Kemudian PT Indofarma menunjuk PT Mitra Medidua untuk mengerjakan proyek.

Selain penunjukan langsung, Siti juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp1,85 miliar dari PT Graha Ismaya. Uang tersebut diberikan agar Siti menyetujui revisi anggaran pengadaan Alkes I dan suplier Alkes I. Siti menerima 20 lembar Mandiri Traveller Cheque senilai Rp500 juta dan cek perjalanan serupa senilai Rp1,37 miliar. 

Dari Spesialis Jantung ke Penanganan Flu Burung

Wanita kelahiran 6 November 1949 ini merupakan dokter spesialis jantung. Fadilah muda menamatkan sekolah di SMAN 1 Surakarta, kemudian memiliki gelar sarjana di Universitas Gajah Mada (UGM) pada tahun 1972.

Ia pun melanjutkan program master jantung dan pembuluh darah di Universitas Indonesia serta menerima gelar dokter dari Universitas Indonesia pula.

Dikutip dari berbagai sumber, mantan orang nomor satu di Kementerian Kesehatan ini mengambil sejumlah pendidikan, mulai dari Kardiologi Molekular di Heart House Washington DC hingga kursus epidemiologi di Universitas Indonesia.

Sebelum menjadi menteri, Fadilah aktif mengajar sebagai dosen tamu di Pasca Sarjana Jurusan Epidemiologi Universitas Indonesia. Ia juga mengajar di Departemen Jantung dan Pembuluh Darah Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dan staf pengajar kardiologi Universitas Indonesia.

Sepak terjang Fadilah saat menjadi menteri yang paling dikenal ialah saat menangani kasus flu burung di Indonesia. Saat itu Fadilah disebut menghentikan pengiriman virus flu burung ke laboratorium Badan Kesehatan Dunia (WHO)  pada November 2006.

Ia lebih memilih memproduksi vaksin sendiri dan menjamin bahwa Indonesia dapat memproduksi vaksin flu burung sendiri pada Mei 2008.

Fadilah sempat merilis buku pada 6 Januari 2008 yang membeberkan terkait konspirasi Barat tentang sampel virus flu burung. Buku itu berjudul 'Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung'.

Tulisan itu membuat WHO naik pitam sehingga buku dengan terjemahan bahasa Inggris ditarik. Namun yang versi Indonesia tetap diedarkan.

(ctr/vws)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK