Menkes Bantah Ada RS Lakukan Praktik Covid-kan Jenazah

CNN Indonesia | Selasa, 20/10/2020 19:21 WIB
Menkes Terawan Agus Putranto menyebut tenaga kesehatan di RS punya nurani, yang tak cuma bertanggung jawab ke keluarga pasien, tapi juga Tuhan. Ilustrasi jenazah dengan protokol covid di rumah sakit. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menjawab kabar simpang siur perihal rumah sakit yang disebut-sebut memalsukan data kematian pasien.

"Saya masih memandang, saya kan pernah kerja di rumah sakit. Kita punya nurani yang kalau iya dikatakan iya, kalau tidak katakan tidak," kata Terawan saat menjawab pertanyaan salah satu peserta dalam acara HUT Golkar yang juga digelar secara daring, Selasa (20/10).

In this Feb. 15, 2020, photo, Indonesian Health Minister Terawan Agus Putranto, center, talks to the media at Halim Perdanakusuma Airport in Jakarta, Indonesia. While its neighbors scrambled early this year to try to contain the spread of the new coronavirus, the government of the world’s fourth most populous nation insisted that everything was fine. Only after the first cases were confirmed in March did President Joko Widodo acknowledge that his government was deliberately holding back information about the spread of the virus to prevent the public from panicking. The country now has the the highest death toll in Asia after China. (AP Photo/Achmad Ibrahim)Menkes Terawan Agus Putranto. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Beberapa waktu lalu sempat ramai di beberapa platform media sosial terkait informasi yang muncul soal pasien yang meninggal karena penyakit biasa namun dalam laporannya disebutkan sebagai akibat terinfeksi Covid-19.


Terawan menyebut hal seperti itu tidak mungkin terjadi. Apalagi kata dia, sebagai seorang dokter, Terawan pernah bekerja di rumah sakit dan rata-rata para tenaga kesehatan ini memiliki hati nurani.

Lagi pula kata dia, ketika menyatakan kematian seseorang baik penyebab hingga waktu kematian merupakan sesuatu yang benar-benar harus dipertanggungjawabkan.

Terawan mengatakan pertanggungjawaban ini bukan hanya kepada keluarga pasien, tetapi juga pada yang maha kuasa.

"Karena itu saya masih berpikiran yang positif, ndak ada seperti itu, itu aja yang bisa saya sampaikan," kata dia.

Sebelumnya terkait pemalsuan data kematian pasien ini memang santer tersiar di beberapa media sosial. Rumah Sakit disebut melakukan langkah tersebut diduga agar bisa mendapat insentif atau bantuan penangan Covid-19 dari pemerintah.

Namun hingga saat ini tak ada bukti pasti terkait isu simpang siur tersebut.

(tst/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK