Rangkaian Demo Jakarta, Polri Tak Tambah Personel Pengamanan

CNN Indonesia | Senin, 02/11/2020 10:08 WIB
Polri tak menambah personel pengamanan meski ada rangkaian demo yang digelar massa buruh dan sejumlah ormas Islam di Jakarta. Polisi tak menambah personel pengamanan meski ada rangkaian demo di Jakarta, Senin (2/11). (Foto: cnnindonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mabes Polri menyatakan tidak ada penebalan kekuatan yang dikerahkan oleh Korps Brigade Mobil (Brimob) Nusantara untuk mengamankan serangkaian aksi demo yang bakal digelar di Jakarta, Selasa (2/11).

Aksi demo akan dilakukan kelompok buruh di sekitar Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi serta Aksi 211 oleh Front Pembela Islam (FPI) dkk di depan Kedutaan Besar Prancis.

"Masih sama jumlahnya (tidak ada penebalan kekuatan)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (2/11).


Jika merujuk data pengerahan Brimob Nusantara selama unjuk rasa yang terjadi Oktober lalu, ada 7.500 personel yang diboyong ke wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk membantu pengamanan ibu kota.

Awi menuturkan, personel itu masih berjaga di Jakarta sejak unjuk rasa pecah dan berujung bentrok pada 8 Oktober lalu.

"Masih standby untuk amankan ibu kota," ucap Awi.

Terpisah, Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono meminta agar massa aksi melakukan kegiatannya secara tertib dan damai.

Ia meminta para demonstran mewaspadai provokasi dan hasutan yang membuat demo menjadi anarkis.

"Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat baik di Jakarta atau pun di daerah yang ingin menyampaikan aspirasi untuk tetap tertib, damai, dan mematuhi aturan hukum yang berlaku," kata Argo melalui keterangan resminya.

Argo menuturkan bahwa pihak kepolisian siap mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

Namun ia tetap meminta agar buruh tidak membawa massa dalam jumlah banyak untuk mengawal proses pendaftaran uji materi Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja yang diagendakan hari ini.

"Cukup perwakilan saja tidak usah membawa massa dalam jumlah besar. Hal ini karena pandemi Covid-19 masih berlangsung," ucap Argo.

Sebagai informasi, massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan 32 federasi buruh lainnya bakal menggelar demonstrasi serentak nasional di 24 provinsi menolak UU Cipta Kerja pada 2 November 2020.

Untuk wilayah Jabodetabek, aksi akan dipusatkan di Istana dan depan gedung MK dengan titik kumpul di Patung Kuda sekitar pukul 10.30 WIB.

Tuntutan aksi butuh ini yakni pembatalan UU Cipta Kerja dan kenaikan upah minimum tahun 2021.

Di sisi lain, Imam Besar FPI Rizieq Shihab telah menyerukan kepada seluruh umat untuk turun dalam aksi membela Nabi Muhammad SAW di Kota Bandung dan Jakarta pekan ini buntut pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Aksi 211 akan digelar di depan Kedubes Prancis, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat dan dimulai dengan salat zuhur berjamaah.

(mjo/pris)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK