PMI Masih Siagakan Personel di Lokasi Terdampak Erupsi Merapi

Antara, CNN Indonesia | Senin, 16/11/2020 03:57 WIB
Sekitar 300 relawan PMI masih bertahan untuk memberikan bantuan pertolongan pertama, evakuasi, hingga psikososial. Penduduk terdampak erupsi Gunung Merapi. (ANTARA FOTO/Taufiq R)
Jakarta, CNN Indonesia --

Palang Merah Indonesia (PMI) masih menyiagakan ratusan personel di berbagai lokasi terdampak bencana erupsi Gunung Merapi. Tim masih disiagakan membantu pemerintah daerah setempat dalam penanggulangan bencana dan meminimalkan dampak erupsi.

"300 relawan dengan berbagai spesialisasi (kemampuan khusus) seperti pertolongan pertama, evakuasi, medis, dapur umum dan psikososial (dukungan psikologi)," kata Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Jawa Tengah Sarwa Pramana, Minggu (15/11) dikutip dari Antara.

Selain personel, PMI juga menyediakan berbagai peralatan yang ditempatkan di tempat evakuasi akhir (TEA), seperti alat cuci tangan portabel, pemeriksaan suhu tubuh, tandon air, serta kendaraan khusus seperti Hagglund yang disiagakan di Magelang.


Dihubungi secara terpisah, Kepala Markas PMI Jawa Tengah Mu'rifah menambahkan PMI Jateng telah melakukan koordinasi dengan tiga PMI yakni Kabupaten Magelang, Klaten dan Boyolali untuk mengantisipasi segala kemungkinan dengan menyiapkan rencana operasi.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan logistik bencana berupa family kit 1.500 paket, selimut 1.500 lembar, terpal 1.500 lembar, matras 1.500 lembar, masker 50 ribu lembarm serta disiapkan pula truk tanki air bersih dan mobil listrik untuk kebutuhan gudang losgitik.

"Logistik yang kami siapkan ini sifatnya untuk mengantisipasi kebutuhan saat terjadi tanggap darurat bencana seperti hazmat sebanyak 3 ribu pcs dan faceshield 3 ribu pcs untuk mengantisipasi kondisi di lapangan," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengungkapkan meskipun aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terpantau tinggi, namun kondisinya cenderung stabil.

"Memang kegempaan guguran saat ini sering terjadi, namun guguran berupa material vulkanik lama," jelas Hanik usai memantau Gunung Merapi dari Pos Babadan di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Minggu (15/11).

Ia menyampaikan pascakenaikan level aktivitas Gunung Merapi dari Waspada menjadi Siaga, kondisinya masih terkendali.

(ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK