Demo Diadang, Mahasiswa Papua Sindir Pembiaran Massa Rizieq

CNN Indonesia | Senin, 16/11/2020 14:46 WIB
Massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua mengkritik sikap polisi yang dinilai tak adil, mengadang demo tapi membiarkan kerumunan massa Rizieq Shihab. Massa Aliansi Mahasiswa Papua diadang kepolisian menggunakan kawat berduri di kawasan Patung Arjunawiwaha, Jakarta Pusat, saat hendak menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/11). (CNN Indonesia/ Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Massa Aliansi Mahasiswa Papua memprotes tindakan aparat kepolisian yang mengadang mereka saat hendak demo di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/11). Hal yang sama juga dialami demonstran di Papua.

Seorang orator, John Tinmeva mengkritik sikap kepolisian yang dinilai tidak adil. Polisi mengadang aksi mereka di Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di kawasan Patung Arjunawiwaha, saat massa hendak longmarch ke Istana Negara, Jakarta. Tak jelas alasan aparat kepolisian mengadang mereka.

Namun di sisi lain, orator menilai polisi membiarkan massa pendukung Rizieq Shihab yang berkerumun dalam beberapa acara yang digelar sepekan terakhir, sejak pemimpin FPI itu pulang dari Arab Saudi pada Selasa (10/11).


John menyinggung kepulangan Rizieq disambut ribuan orang tanpa menghiraukan protokol kesehatan. Saat itu kepolisian tidak membubarkan kerumunan massa.

"Habib Rizieq kemarin datang bebas-bebas saja. Masyarakat bebas-bebas saja menjemput, penuh se-Jakarta ini. Sekarang Wamena, Paniai, Papua Barat sana mereka menyampaikan pendapat, tapi dibuat larangan khusus oleh Polda Papua," kata John dalam aksi di kawasan Patung Arjunawiwaha, Jakarta, Senin (16/11).

Di lokasi berbeda, Polda Papua mengeluarkan maklumat yang melarang mahasiswa berunjuk rasa menolak otonomi khusus atau otsus. Anggota Majelis Rakyat Papua juga dilarang mengadakan dengar pendapat dengan mahasiswa. Polda Papua menyebut tindakan itu menjurus ke rencana makar.

"Rakyat Papua mengadakan kegiatan dengar pendapat rakyat yang dilakukan MRP, ditutup. Apa ini negara adil? Negara hukum?" ucapnya.

Dalam demonstrasi hari ini, Aliansi Mahasiswa Papua mengajukan tiga tuntutan, yakni menolak operasi Blok Wabu bekas PT Freeport Indonesia, menolak perpanjangan otonomi khusus Papua yang berakhir 2021, dan menolak UU Cipta Kerja.

Aliansi Mahasiswa Papua sempat meneriakkan referendum ketika diadang kepolisian.

Mereka menilai pengadangan sebagai bentuk represi terhadap demokrasi. Polisi melarang mahasiswa Papua berdemonstrasi di Istana meski telah menyampaikan pemberitahuan dari pekan lalu. Polisi memasang kawat berduri dan menutup akses menuju Istana.

"Ini bukti pembungkaman terhadap demokrasi. Ini juga terjadi di Tanah Papua," kata orator lainnya, Roland Levy di depan barikade kawat berduri.

(dhf/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK