Kemenkes Minta Warga yang Hadiri Acara Rizieq Isolasi Mandiri

CNN Indonesia | Minggu, 22/11/2020 19:37 WIB
Kemenkes meminta warga yang menghadiri acara Rizieq Shihab di Tebet, Petamburan, dan Megamendung menjalani tes Covid-19 dan isolasi mandiri selama 14 hari. Sejumlah warga Petamburan III melakukan penghadangan terhadap anggota kepolisian Polda Metro Jaya saat hendak melakukan penyemprotan di kawasan Petamburan, Jakarta, Minggu, 22 November 2020. Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat yang mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan keagamaan di wilayah Tebet dan Petamburan, Jakarta serta di Megamendung, Jawa Barat melakukan tes virus corona (Covid-19) dan isolasi mandiri selama 14 hari. Tiga wilayah tersebut diketahui sempat menyedot kerumunan massa dengan kehadiran pentolan FPI Rizieq Shihab.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Muhammad Budi Hidayat, mengatakan langkah ini perlu dilakukan karena hasil pelacakan lewat serangkaian tes usap atau PCR kepada para peserta kegiatan keagamaan di tiga wilayah itu per Kamis (19/11) menemukan sejumlah kasus positif Covid-19.

"Kemenkes mengimbau semua orang yang mengikuti acara tersebut dan siapapun yang merasa telah kontak erat dengan orang yang hadir agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," ujar Budi dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (22/11).


Dia membeberkan, berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh 50 kasus positif Covid-19 dari kegiatan di Tebet dan 30 kasus dari kegiatan keagamaan di Petamburan. Sementara itu, lanjutnya, 15 orang dari kegiatan keagamaan di Megamendung masih menunggu hasil pemeriksaan uji sampel hingga saat ini.

Lebih jauh, Budi menganjurkan semua masyarakat yang merasa memilki gejala penyakit seperti batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan serta kehilangan indera perasa agar segera menghubungi pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat.

Ia pun mengingatkan bahwa pemerintah telah menyiapkan pusat karantina khusus bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

Lebih lanjut, Budi meminta seluruh tokoh agama agar lebih bijak serta memberikan keteladanan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Budi meminta kegiatan yang menimbulkan banyak kerumunan orang tidak diselenggarakan selama pandemi Covid-19 karena berpotensi memicu penularan Covid-19 yang dapat berakibat fatal.

"Agar memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan. Kita harus bekerja sama dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 agar pandemi segera dapat diatasi," tegas Budi.

Sebelumnya, Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengatakan ada tujuh orang yang terkonfirmasi positif virus corona di wilayah Petamburan. Dalam keterangan tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),Jumat (20/11) disebutkan soal Klaster Petamburan itu.

Doni mengatakan klaster Petamburan itu didapati pihaknya setelah melakukan tes usap (swab) virus corona terhadap 15 orang, termasuk kepada Lurah Petamburan Setiyanto.

"Data yang diterima Satgas, per Kamis sore 19 November, untuk wilayah Petamburan Jakarta Pusat telah dilakukan swab terhadap 15 orang. Ada 7 orang positif Covid-19, termasuk Lurah Petamburan," ujar Doniyang juga Ketua BNPB itu.

Namun, Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar menilai munculnya klaster covid-19 Petamburan usai acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Rizieq Shihab, Sabtu (14/11) pekan lalu terkesan politis.

Aziz mengatakan Satgas Penanganan Covid-19 terlalu cepat menyimpulkan bahwa klaster Petamburan disebabkan oleh acara yang dihadiri Rizieq tersebut.

"Terlalu dini dan bernuansa politis menurut saya kalau langsung disimpulkan itu dari Maulid kemarin," ujar Aziz saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (21/11).

(mts/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK