Edhy Prabowo, Jagoan Silat di Pusaran Ekspor Benih Lobster

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 10:26 WIB
Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK terkait ekspor benih lobster pada masa mudanya dikenal sebagai atlet silat hingga jadi orang kepercayaan Prabowo. Menteri KKP Edhy Prabowo yang ditangkap KPK diduga terkait ekspor lobster pada masa mudanya dikenal sebagai atlet silat hingga jadi orang kepercayaan Prabowo. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo lantaran tersangkut kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam proses ekspor benih lobster

Penangkapan terjadi begitu Edy tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Rabu (25/11) dini hari. Edhy Prabowo ditangkap KPK bersama dengan sejumlah orang dan istrinya.

"Tadi malam Menteri KKP diamankan KPK di Bandara Soetta saat kembali dari Honolulu [Amerika Serikat], yang bersangkutan diduga terlibat korupsi dalam penetapan izin export baby lobster," kata Firli lewat pesan singkat, Rabu (25/11).


Edhy Prabowo yang juga politikus Gerindra itu memang dikenal sebagai sosok yang kontroversial di awal kepemimpinannya sebagai menteri. Dia membuka sejumlah kebijakan yang dilarang oleh menteri KKP sebelumnya, Susi Pudjiastuti.

Misalnya, dia merevisi aturan mengenai larangan penangkapan dan membuka keran ekspor benih lobster. Dimana, saat Susi masih menjabat, aturan tersebut terbit melalui Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2016.

Selain itu, dia juga menentang kebijakan penenggelaman kapal yang acap kali disuarakan Susi saat masih menjabat sebagai menteri.

Edhy bahkan sempat mencuitkan pantun bernada satire pada 2 Juli lalu lalu lewat akun media sosial resmi KKP berbunyi: Jalan-jalan ke Pariaman. Jangan Lupa berbekal ikan. Buat apa ditenggelamkan. Lebih baik dimanfaatkan.

Mengutip dari laman profil menteri di situs resmi KKP, Edhy yang lahir di tanjung Enim, Sumatera Selatan itu sebelum menjadi menteri merupakan sosok penting di Partai Gerindra.

Edhy yang dikenal sebagai orang kepercayaan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, diketahui pernah menjabat Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI. Dia juga pernah didaulat sebagai Ketua Komisi IV DPR RI juga Ketua Fraksi Gerindra di DPR RI.

Karier Edhy di ranah bisnis pun terbilang tak lepas dari Prabowo, di mana terakhir pada 2007-2013 dia menjabat sebagai Komisaris PT Kiani Lestari Jakarta. Perusahaan produksi kertas ini dikenal sebagai milik Prabowo Subianto.

Edhy yang lahir pada 24 Desember 1971 ini di masa mudanya dikenal sebagai seorang atlet silat kelas kakap di tingkat nasional. Sejumlah penghargaan yang pernah diraih dari kejuaraan bela diri asal Indonesia ini adalah Juara II Kejuaraan Pencak Silat Se-Jawa Barat (1995) dan Juara III Pencak Silat Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Jakarta (1996). Dia juga pernah mencapai Perempat Final Kejuaraan Dunia Pencak Silat, Malaysia pada 1997 silam.

Pada 1991 dia berhasil masuk Akabri di Magelang, Jawa tengah. Namun, dua tahun mengecap pendidikan, Edhy disebut terkena sanksi dari kesatuan dan dikeluarkan.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo berjalan memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Ma'ruf Amin periode tahun 2019-2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo berjalan memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Pada daftar riwayat hidup yang dipublikasi di laman KKP tersebut, tak ada Akabri dalam riwayat pendidikan yang pernah ditempuh Edhy. Lepas SMA Negeri di Muara Enim, dia menuliskan langsung tingkat pendidikan S1 di Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Jakarta, jurusan manajemen. Lalu dilanjutkan Master Bisnis dari Swiss Germany University, hingga doktor dari jurusan Komunikasi Politik dari Universitas Padjadjaran.

Di bidang kepengurusan partai, Edhy pun terbilang pejabat teras Gerindra. Saat ini ia merupakan Wakil Ketua Umum Gerindra di Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup.

Diceritakan, setelah tak lagi prajurit TNI, Edhy mengenal Prabowo yang saat itu masih menjadi Komandan Grup III dengan pangkat Letnan Kolonel. Edhy pun lalu menjadi kepercayaan Prabowo, termasuk kelak saat pria yang kini menjadi Menteri Pertahanan itu merintis bisnis.

Tercatat, Edhy pernah menjadi Asisten Pribadi Direktur Utama PT Nusantara Energy hingga 2004. Perusahaan ini diketahui didirikan Prabowo bersama dua orang lain. Kemudian, Edhy juga pernah menjadi Dirut PT Tusam Hutani lestari yakni milik Prabowo yang menguasai konsesi di kawasan Aceh Tengah.

Dalam riwayat hidup yang terdapat di laman KKP juga Edhy disebut pernah menjaid Komisaris PT Swadesi Dharma Nusantara (2000-2004), Direktur PT Alas Helau (2004-2014), Dirut PT Garuda Security Nusantara (2004-2015), dan Ketua Percepatan Pengadaan Log PT Kertas Nusantara (2007-2009).

Sebagai orang kepercayaan Prabowo, juga pendekar silat, Edhy dipercaya pula mendapatkan sejumlah posisi di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Prabowo diketahui merupakan Ketua Umum PP IPSI sejak 2004 silam. Untuk keempat kalinya, pada Munas IPSI pada Desember 2016 silam, dia terpilih jadi ketum untuk periode 2016-2020.

Di kepengurusan dunia silat, Edhy diketahui pernah menjadi manajer tim pencak silat pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2007, SEA Games 2011, SEA Games 2017, dan ASIAN Games 2018.

(mjo/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK