Firli Ogah Kaitkan Kasus Edhy dengan Parpol Tertentu

CNN Indonesia | Minggu, 29/11/2020 03:06 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan pihaknya fokus pada tindak pidana meski yang bersangkutan kader partai politik. Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan pihaknya tidak mengaitkan kasus Edhy Prabowo dengan partai politik tertentu (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengaitkan partai politik tertentu dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Edhy Prabowo. Diketahui, Edhy merupakan petinggi Partai Gerindra sebelum akhirnya mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Jika ada kader partai yang diduga terlibat, maka hanya berkaitan dengan pribadi orang tersebut. Tidak serta merta dikaitkan dengan partai yang bersangkutan.

"Kalau pun ada orang-orang yang terlibat dan dia merupakan pengurus partai, tapi terkait kasus tindak pidana adalah berlaku orang perorang," ujar Firli di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (28/11).


Firli menjelaskan bahwa penyidik fokus pada tindak pidana yang dilakukan para tersangka atau pihak lain yang terlibat.

"Jadi, jangan kami diajak masuk ke dalam ranah politik," tambahnya.

Firli mengatakan KPK sejauh ini juga telah melakukan proses hukum secara proporsional. Misalnya, saat menggeledah suatu tempat yang berkaitan dengan tindak pidana yang dipersangkakan.

"Jadi saya kira kami tidak berlebihan melakukan penggeledahan. Yang pasti tempat-tempat yang diduga ada keterkaitan tindak pidana," ucapnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka dugaan korupsi terkait ekspor benih lobster atau benur. Saat ditetapkan sebagai tersangka, Edhy merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Umum Gerindra.

Ada enam orang lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. KPK mengungkapkan total uang yang diterima Edhy di dalam rekening penampung sebesar Rp9,8 miliar. Uang itu diduga berkaitan izin ekspor benih lobster atau benur.

(mjo/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK