Polri Ungkap Duduk Perkara Twit Ustaz Maaher yang Jadi Kasus

CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 22:37 WIB
Polri menjelaskan duduk perkara twit Soni Ernata alias Ustaz Maaher At-Thuwailib yang berujung pada kasus pidana. Karopenmas Polri, Brigadir Jenderal Awi Setiyono, menjelaskan duduk perkara twit Soni Ernata alias Ustaz Maaher At-Thuwailib yang berujung pada kasus pidana. (Antara Foto/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian RI menjelaskan duduk perkara twit Soni Ernata alias Ustaz Maaher At-Thuwailib yang berujung pada kasus pidana.

Kicauan itu sempat ramai dan diperbincangkan publik usai disebarkan ulang oleh Nikita Mirzani di akun Instagram pribadinya.

Dalam kicauananya, Maaher memajang foto Luthfi bin Ali bin Yahya mengenakan sorban putih. Kemudian, dia melampirkan keterangan, "Iya tambah cantik pakai jilbab..Kayak kyainya Banser ini ya.."


Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal Awi Setiyono, menerangkan bahwa kicauan itu diduga mengandung pelanggaran tindak pidana ujaran kebencian bermuatan SARA.

"Kata kunci dalam kasus ini yaitu kata 'cantik' dan 'jilbab,'" ucap Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (3/12).

Menurutnya, ungkapan cantik biasanya ditujukan kepada perempuan. Sementara itu, panggilan kyai itu biasanya disematkan kepada seseorang dengan jenis kelamin laki-laki.

Lebih jauh, kata Awi, biasanya Kyai itu adalah ulama yang menjadi tokoh dalam agama Islam.

"Sehingga, mewakili penamaan tokoh orang-orang yang punya nilai religi yang tinggi tidak sembarangan," katanya.

Menurut Awi, hal tersebut yang melatarbelakangi sekelompok orang melaporkan twit Maaher itu. Awi menjelaskan bahwa laporan itu dibuat oleh salah satu anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU).

Awi mengatakan bahwa kesimpulan itu telah melalui proses klarifikasi, koordinasi, dan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi ahli yang mumpuni.

"Kami duga terjadi penghinaan yang menjadikan delik yang kuat untuk menghasut dan menimbulkan perpecahan antar golongan dan kelompok masyarakat," ucap dia.

Maaher dalam perkara ini dijerat 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Dia terancam enam tahun penjara.

Maaher sendiri sudah menyampaikan klarifikasi lewat kicauan di akun Twitter miliknya.

"SOAL FOTO HABIB LUTFI BIN YAHYA, sudah saya klarifikasi. Cebong paling bisa giring opini seakan saya menghina Habib Lutfi Bin Yahya, NA'UDZUBILLAH. Semoga Allah menjaga seluruh Dzurriyah Nabi Sy akan tetap fokus untuk tumpas sampah masyarakat penghina IB HRS," tulis Maaher.

(mjo/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK