Uskup Agung Semarang Ingatkan Prokes Ketat Gereja saat Natal

CNN Indonesia | Sabtu, 19/12/2020 10:08 WIB
Uskup Agung Semarang Monsiyur Robertus Rubyatmoko berharap ibadah natal tak ternodai dengan kemunculan  klaster penyebaran covid-19. Gereja Blenduk di kawasan Kota Lama Semarang. (CNN Indonesia/ Damar)
Semarang, CNN Indonesia --

Uskup Agung Semarang Monsiyur Robertus Rubyatmoko mengingatkan seluruh Gereja Katolik yang ada di Semarang dan sekitarnya untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam menggelar ibadah Natal.

Sebagai panduan persiapan dan pelaksanaan, Keuskupan Agung Semarang melalui Satgas Covidnya mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1301/A/X/2020-51 yang dikirim ke seluruh Gereja Katolik di wilayah KAS.

"Tentunya kami memperhatikan betul panduan dan tata cara Ibadah Natal karena saat ini situasinya masih dalam pandemi covid-19. Protokol kesehatan kami minta diberlakukan secara ketat sehingga jangan sampai ibadah Natal ternodai menjadi klaster penyebaran," kata Robertus Rubyatmoko kepada CNN Indonesia, Sabtu (19/12).


Beberapa poin yang disebutkan secara tegas dalam Surat Edaran tersebut antara lain peserta ibadah yang jumlahnya dibatasi tidak melebihi 50% dari kapasitas rumah ibadah dan diatur dengan pola duduk berjarak.

Untuk umat peserta ibadah, dianjurkan berusia 10 hingga 70 tahun yang kondisinya sehat serta tidak memiliki sakit bawaan (komorbid) seperti jantung, diabetes akut, gagal ginjal dan tekanan darah tinggi. Selain itu, khusus rumah ibadah yang di lingkungan sekitarnya terdapat kasus penularan covid-19 yang tinggi, maka rumah ibadah tersebut tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah atau kolektif.

Sementara, bila ada jemaat tamu yang datang dari luar kota, diminta untuk menunjukkan hasil tes rapid atau PCR terbaru.

"Beberapa poin di dalam Surat Edaran ada yang harus kami sampaikan secara tegas. Diantaranya adalah jumlah peserta ibadah serta kesehatannya, kondisi lingkungan sekitar, serta tamu dari luar klota," kata Robertus.

Sementara itu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mempersilakan umat Nasrani untuk menggelar ibadah Natal di seluruh Gereja se-Kota Semarang dengan syarat mematuhi SOP kesehatan. Hendrar pun akan menempatkan tim kesehatan dibantu aparat Polri dan TNI di setiap Gereja berikut sebagai upaya pengamanan.

"Kami mewakili Pemerintah Kota Semarang mempersilakan umat Nasrani di kota ini untuk menjalankan ibadah Natal di seluruh Gereja. Satu saja yang kami minta wajibkan, terapkan SOP kesehatannya. Kami juga akan bantu menempatkan tim kesehatan, dan sebagai pengamanan akan dibantu Polri dan TNI," kata Hendrar.

(dmr/sur)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK