Daftar Menteri yang Terdepak dari Kabinet Jokowi

CNN Indonesia | Selasa, 22/12/2020 16:32 WIB
Presiden Jokowi mencopot sejumlah menteri dan menggantinya dengan orang-orang baru. Salah satunya kursi Menteri Kesehatan. Presiden Joko Widodo mencopot sejumlah menteri dalam Kabinet Indonesia Maju dan mengangkat beberapa orang baru (Muchlis - Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo mencopot sejumlah menteri dalam Kabinet Indonesia Maju dan mengangkat beberapa orang baru untuk membantunya dalam kerja-kerja pemerintahan. Para menteri yang dicopot itu hanya bekerja selama satu tahun sejak diumumkan 2019 lalu.

Jokowi memutuskan kocok ulang atau reshuffle kabinet dan mengumumkannya di Istana Negara pada hari ini, Selasa (22/12). Berikut daftar menteri yang dicopot oleh Jokowi.

Posisi Juliari Peter Batubara yang kini menjadi tersangka dugaan korupsi bansos Covid-19 oleh KPK, digantikan Tri Rismaharini menjabat Menteri Sosial.


Sementara kursi Wishnutama yang sebelumnya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif digeser oleh Sandiaga Salahudin Uno.

Adapun kursi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) diisi oleh Sakti Wahyu Trenggono yang sebelumnya menempati Wakil Menteri Pertahanan. Jabatan Menteri KKP kosong setelah Edhy Prabowo dicokok petugas KPK dalam dugaan korupsi benih lobster atau benur.

Fachrul Razi yang sebelumnya menduduki kursi Menteri Agama juga harus keluar dari Kabinet Indonesia Maju, digantikan Yaqut Cholil Qoumas.

Posisi Agus Suparmanto sebagai Menteri Perdagangan juga dirombak ulang dan kini diisi M Luthfi.

Terawan Agus Putranto yang lebih setahun ini menjabat Menteri Kesehatan pun harus lengser. Ia digantikan Budi Gunadi Sadikin yang sebelumnya menjabat Wamen BUMN.

Infografis Daftar Jajaran Menteri Kabinet Indonesia MajuInfografis Daftar Jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

Presiden Jokowi Widodo sempat mengingatkan menteri dan petinggi negara dalam Kabinet Indonesia Maju bahwa dirinya bisa melakukan reshuffle. Kala itu, Jokowi bicara demikian lantaran tidak puas melihat kinerja menteri yang dianggap bekerja biasa-biasa saja di tengah pandemi virus corona (SARS-CoV-2).

"Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," kata Jokowi pada Juni lalu.

(bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK