PKS Incar Suara dari Rakyat yang Kecewa Jokowi

CNN Indonesia | Minggu, 27/12/2020 13:17 WIB
PKS menyebut ada sekitar 52,2 persen masyarakat tak puas dengan kinerja setahun pemerintahan Jokowi. Angka itu jadi target yang ingin dirangkul PKS. Presiden PKS Ahmad Syaikhu. (Detikcom/Dikhy Sasra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mengimbau kader PKS untuk mengamankan suara dari masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan jumlah masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Jokowi sangat banyak.

"Suara rakyat yang tidak puas tersebut harus dipastikan mampu berlabuh di Partai Keadilan Sejahtera," ujar Syaikhu dalam Musyawarah Wilayah PKS secara virtual, Minggu (27/12).

Ia membeberkan survei Litbang Kompas yang mencatat ada 52,5 persen masyarakat tidak puas dengan kinerja satu tahun pemerintahan Jokowi. Survei itu, kata dia, dilakukan pada Oktober 2020.


Syaikhu berkata 52,5 persen rakyat yang tidak puas dengan kinerja Jokowi bukan angka yang kecil. Sehingga, dia berharap suara itu bisa diamankan oleh PKS untuk memenangkan Pileg dan Pilpres 2020.

"Harapan masyarakat terhadap PKS sangat besar. Inilah momentum membuat PKS menjadi partai yang semakin besar," ujarnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Syaikhu mengatakan pemilu 2024 adalah momentum kemenangan PKS. Dia mengingatkan hasil Musyawarah Nasional telah menetapkan PKS memperoleh minimal 15 persen suara atau meningkat 6,79 persen jika dibandingkan dengan Pileg 2019.

Selain itu, dia mengingatkan Munas PKS memutuskan untuk mengusung kader menjadi presiden atau wakil presiden di Pilpres 2024.

"Ini bukan sesuatu yang ringan, tapi bukan juga sesuatu yang mustahil dicapai," ujar Ahmad.

Dewan Pimpinan Pusat  PKS hari ini menggelar Musyawarah Wilayah V pasca menggelar Musyawarah Nasional beberapa waktu lalu. Dalam musyawarah wilayah ini DPP PKS menerima laporan kerja pengurus PKS periode 2015-2020.

"Saya selaku Sekjen DPP PKS mewakili dewan pimpinan tingkat pusat menyatakan menerima laporan kerja yang disampaikan oleh Majelis Pertimbangan Wilayah, Dewan Pengurus Wilayah, dan Dewan Syariah Wilayah (PKS) periode 2015-2020," ujar Aboe dalam Muswil PKS secara virtual.

Aboe juga menyampaikan bahwa pengurus PKS periode 2015-2020 dinyatakan demisioner dalam Muswil V PKS. DPP PKS menyampaikan terima kasih kepada kader yang telah berjuang dalam lima tahun terakhir.

Lebih lanjut, Aboe menyampaikan kepengurusan baru yang dipimpin oleh Ahmad Syaikhu harus menjalankan amanah dengan baik. Dia meminta seluruh kader tidak lengah, terutama DPW dalam membesarkan PKS ke depan.

Secara spesifik, Aboe menuturkan ada dua tugas DPW ke depan, yakni menambah kader dan menambah perolehan kursi pada 2024.

"Oleh karenanya, kerja pengurus harus fokus pada dua hal tersebut. Tidak pelu tengok kanan, tengok kiri, tidak ada. DPW, mata kuda saja langsung," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekjen PKS Zainudin Paru membacakan surat pelantikan 34 DPTW PKS periode 2020-2025. Zainudin menyampaikan kepengurusan DPW PKS terbaru merupakan hasil keputusan DPP PKS.

PKS adalah salah satu partai politik yang mengikuti Pileg pada tahun 2019. Kala itu, PKS berhasil mengumpulkan suara sebanyak 11.493.663 (8,21 persen). Dengan jumlah suara itu, PKS memiliki 50 kursi di DPR atau naik 10 kursi dari 40 kursi pada Pileg sebelumnya.

PKS dikenal sebagai partai oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pada Pilpres 2019, PKS mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

(jps/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK