Daftar Efikasi 4 Vaksin Corona yang Akan Dipakai di Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 30/12/2020 08:26 WIB
Dari 4 vaksin Covid-19 yang didatangkan dari empat perusahaan berbeda, baru 2 vaksin yang sudah mengeluarkan hasil efikasi terhadap virus corona. Dari empat vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia, baru dua vaksin yang sudah menyampaikan efikasi terhadap virus corona. Ilustrasi (ANTARA FOTO/JOJON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah berencana memboyong sekitar 400 juta dosis dari empat jenis vaksin Covid-19 yang sudah beredar di dunia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada 5 jalur pengadaan vaksin, yakni 4 dengan jalur bilateral dan 1 jalur multilateral.

Vaksin Covid-19 dari pengadaan bilateral meliputi Sinovac, Novavax, AstraZeneca, dan BioNTech Pfizer. Sementara vaksin Covid-19 multilateral akan bekerja sama dengan organisasi vaksin internasional GAVI.

"Dari empat yang bilateral ini, kita sudah menandatangani kontrak dengan Sinovac sebesar 125 juta, Novavax untuk 130 juta, AstraZeneca 100 juta, dan Pfizer 100 juta," kata Budi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/12).


1. Sinovac

Vaksin Covid-19 Sinovac baru saja menyelesaikan uji klinis fase 3 di Bandung, Indonesia, dan di Brazil. Namun Sinovac belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait efikasi vaksinnya terhadap Covid-19.

Di Indonesia, uji klinis fase 3 baru akan berakhir pada Mei 2021. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia dikabarkan bakal mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) menggunakan laporan tim uji klinis 3 bulanan yang akan dirilis pada Januari 2021 mendatang.

"Untuk EUA ini data boleh dengan periode pengamatan tiga bulan dan bukan enam bulan," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Lucia Rizka Andalusia kepada CNNIndonesia.com, Jumat (18/12) lalu.

2. Novavax

Kandidat vaksin Covid-19 Novavax berasal dari Kanada. Dari laman resminya, Novavax baru saja mengumumkan telah rampung menyelesaikan penyuntikan vaksin dalam uji klinis tahap 3.

Uji klinis fase 3 dilakukan di Amerika Serikat dan Meksiko. Berdasarkan hasil uji klinis pertama, Novavax mengklaim dapat memicu respon imun yang kuat usai penyuntikkan.

Namun, belum ada laporan hasil efikasi atau kemanjuran kandidat vaksin Covid-19 Novavax.

3. AstraZeneca

Kandidat vaksin Covid-19 AstraZeneca telah rampung menyelesaikan uji klinis fase 3 dan diklaim ampuh melawan Covid-19 serta aman bagi tubuh.

Meski sempat bermasalah usai ada dua klaim efikasi berbeda, keampuhan AstraZeneca tetap di atas 60 persen. AstraZeneca sendiri resmi mengeluarkan klaim efikasi 70 persen pada 13 Desember lalu.

4. Pfizer

Kandidat vaksin Covid-19 satu ini berasal dari Amerika Serikat yang bekerja sama dengan BioNTech. Efikasi Pfizer diklaim mencapai 90 persen.

Pfizer juga sudah mulai disuntikkan kepada warga Inggris menggunakan izin pakai darurat BPOM setempat.

Namun, Pfizer harus disimpan dalam suhu beku minimal minus 70 derajat celcius. Hal ini menyebabkan distribusi vaksin Pfizer membutuhkan perhatian ekstra, terutama di negara tropis.

Menkes Budi mengatakan vaksin Covid-19 akan diberikan kepada 1,3 juta tenaga kesehatan dan disusul kelompok lain berdasarkan skala prioritas yang ditetapkan pemerintah.

Rencananya vaksinasi terhadap 1,3 juta tenaga kesehatan ini akan dilakukan dalam rentang waktu 1-3 bulan.

Tahap selanjutnya, vaksin dilakukan terhadap 17,4 juta petugas pelayanan publik, dan disusul 21,5 juta masyarakat berusia di atas 60 tahun atau lansia. Setelah kelompok-kelompok tersebut rampung divaksin, lanjutnya, baru giliran masyarakat umum.

(mln/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK