PBNU soal Rekrutmen CPNS Guru 2021: Jangan Hanya PPPK

CNN Indonesia | Selasa, 05/01/2021 20:00 WIB
Lembaga Pendidikan Ma'arif PBNU menyebut Indonesia masih kekurangan 1,3 juta guru. Sementara pemerintah hanya akan mengangkat 1 juta PPPK. Ribuan guru honorer saat berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 10 Februari 2016. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif PBNU, Arifin Junaidi mempertanyakan kebijakan pemerintah yang hendak menghapus rekrutmen guru dari formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan hanya membuka rekrutmen sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Jangan hanya direkrut sebagai PPPK dong. Apa salahnya guru jadi PNS," kata Arifin seperti dilansir dari NU Online, Selasa (5/1).

Arifin menyebut saat ini Indonesia masih kekurangan 1,3 juta guru. Sementara pemerintah hanya akan mengangkat 1 juta PPPK dengan kontrak lima tahun kerja.


Arifin khawatir guru dengan status PPPK nantinya bisa diputus sewaktu-waktu. Dengan demikian, ia menilai permasalahan kekurangan guru tidak akan pernah bisa diatasi jika hal itu tetap dilakukan oleh pemerintah.

"Ini kan jelas ada kekurangan guru 1,3 juta guru. Nah, pemerintah akan mengangkat satu juta. Itu pun masih kurang 300 ribu. Tidak sebagai PNS. Itu berlakunya 5 tahun. Kalau terus menerus akan menjadi bom waktu. Lima tahun akan ada kekurangan lagi," kata dia.

Selain itu, Arifin mengaku senang mendengar kabar bila guru berstatus PNS bisa diperbantukan ke sekolah swasta. Ia menjelaskan sekolah-sekolah di bawah naungan LP Ma'arif sendiri terdapat sekitar 13 ribu guru PNS.

Menurutnya, guru-guru yang diperbantukan ke sekolah atau madrasah swasta merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada swasta yang membantu pemerintah menyelenggarakan pendidikan.

Meski demikian, ia menyatakan tidak akan tertampung bila guru PNS diangkat ke madrasah negeri. Pasalnya, jumlahnya hanya lima persen dari total keseluruhan madrasah, yakni sekitar 3.650.

Polemik wacana penutupan formasi guru dalam seleksi CPNS awalnya digulirkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. Bima mengatakan nantinya seluruh penerimaan formasi guru hanya untuk formasi berstatus pegawai pemerintah untuk perjanjian kerja (PPPK).

Lalu, Bima mengklarifikasi ucapannya tersebut. Ia mengatakan pihaknya berencana membuka opsi lowongan CPNS untuk formasi guru namun secara terbatas. Hal itu menyusul kebijakan pemerintah pada 2021 yang berfokus pada perekrutan PPPK.

Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim memastikan rekrutmen CPNS untuk formasi guru akan tetap ada. Meski demikian, ia mengatakan pada 2021 ini pemerintah hanya akan fokus merekrut satu juta guru berstatus PPPK guna memenuhi kebutuhan guru di banyak daerah.

(rzr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK