Polisi Sebut Separatis Papua Siapkan Mogok Sipil Nasional

CNN Indonesia
Jumat, 08 Jan 2021 15:17 WIB
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpau mengatakan aksi pembakaran pesawat MAF dan isu otsus berkaitan dengan rencana aksi mogok nasional 10-11 Januari 2021. Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan kelompok bersenjata dan separatis berencana membuat aksi mogok nasional pada 10-11 Januari mendatang (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebut kelompok bersenjata dan separatis tengah merancang aksi besar-besaran pada 10-11 Januari mendatang. Menurut Paulus, kelompok separatis menyebut aksi itu sebagai 'mogok sipil nasional'.

"Dari hasil pemantauan lewat sarana yang kami punya, memang benar mereka sedang merancang aksi pada 10 dan 11 Januari ini. KKB yang juga didukung kelompok separatis lain yang di kota dan sekitarnya akan melakukan aksi," kata Paulus mengutup Antara, Jumat (8/1).

Sebelumnya, terjadi pembakaran pesawat MAF PK-MAX di Bandara Kampung Pagamba, Distrik Biandoga, Kabupaten Intan Jaya pada Rabu (6/1). Menurut Waterpauw, kejadian itu berkaitan dengan aksi 10-11 Januari mendatang.


Paulus mengatakan Polda Papua akan mengantisipasi aksi kelompok tersebut. Kepolisian bekerja sama dengan semua unsur kekuatan di Papua dengan menempatkan pasukan di lokasi-lokasi rawan.

"Antisipasi sudah kami lakukan untuk di beberapa titik, berutama di Tembagapura dan sekitarnya, dan di beberapa wilayah kita konsentrasikan kekuatan," katanya.

Meski begitu, Paulus tetap meminta semua pihak untuk mengantisipasi gangguan keamanan di wilayah masing-masing. Terutama di daerah yang terisolasi atau sulit dijangkau pasukan TNI-Polri.

Paulus mengimbau agar berhati-hati jika melakukan perjalanan ke wilayah terisolasi. Perlu pula berkoordinasi dengan pihak keamanan agar mendapatkan gambaran kondisi keamanan.

"Para pihak yang akan menuju ke beberapa titik kampung atau dusun atau distrik yang belum terjangkau oleh kami tolong sinergi dengan kami," kata Paulus.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kelompok di Papua menggelar aksi demonstrasi. Mereka menolak otonomi khusus diperpanjang.

Menurut Paulus, aksi-aksi tersebut juga bisa berkembang menjadi lebih besar jika aparat tidak menghentikan. Bahkan, katanya, bisa pula mempelopori aksi mogok nasional.

"Makanya kemarin-kemarin itu ada kelompok kecil yang membawa aspirasi mau menolak Otsus itu kami redam atau padamkan di titik-titik awal sehingga mereka tidak jadi berkumpul menjadi satu yang bisa kemudian tercipta keinginan mereka untuk melakukan mogok sipil ini," kata dia.

(Antara/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER