Gempa Majene Terasa Hingga Makassar, Tidak Picu Tsunami

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 17:42 WIB
Plt Kasubid Pengumpulan dan Penyebaran Data BBMKG mengatakan getaran gempa magnitudo 5,9 di Majene (Sulbar) terasa pula hingga Makassar (Sulsel) Kamis siang. Ilustrasi gempa bumi. (Istockphoto/Kickers)
Makassar, CNN Indonesia --

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 dengan episentrum sekitar 4 kilometer barat laut Majene, Sulawesi  Barat, Kamis (14/1) siang. Gempa yang terjadi sekitar pukul 14.35 WITA itu pun hiposentrum (kedalaman di bawah permukaan bumi) 10 kilometer itu dinyatakan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Meski tidak berpotensi tsunami, goncangan gempa ini cukup terasa di berbagai daerah sekitar Majene di Sulaweai Barat seperti Majene, Mamuju Utara, Mamuju Tengah, dan Mamasa. Bahkan, getarannya terasa Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Toraja, Pinrang, Parepare, Wajo dan Makassar.

Pelaksana Tugas Kasubid Pengumpulan dan Penyebaran Data BBMKG wilayah IV, R Jamroni yang ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.


"Penyebabnya, karena terjadi pergerakan dari lempeng tektonik yaitu dari pergeseran patahan Mamuju Thrust atau patahan naik Mamuju," jelas Jamroni, Makassar, Kamis sore.

Dia menggambarkan, getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan ada truk berlalu, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Soal dampaknya, kata Jamroni, pihaknya belum banyak mendapat informasi dari BPBD setempat.

"Tugas kami memberi peringatan kepada warga agar berhati-hati. Dan memang setelah gempa itu, ada lagi dua hingga tiga kali gempa susulan dengan kekuatan menurun dari sebelumnya," kata Jamroni.

Disarankan ke warga, agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa. Ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. 

BMKG memberikan imbauan dan tetap tenang kepada masyarakat dan untuk mempercayai sumber-sumber informasi yang resmi dan terverifikasi. BMKG sendiri mencatat pascagempa utama yang berkekuatan magnitudo 5,9 terjadi lagi gempa susulan.

"Hingga hari Kamis, 14 Januari 2021 pukul 14.00 WIB, Hasil monitoring BMKG menunjukkan 2 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo maksimum M=4,9," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Praytino dalam keterangannya yang diterima, Kamis sore.

Ia menerangkan guncangan gempa yang pertama dirasakan begitu kuat untuk warga di daerah Majene dan sekitarnya. Guncangan gempa itu bahkan terasa hingga Poso dan Parepare yang berada di Sulawesi Selatan.

Guncangan paling kuat dirasakan warga di daerah Polewali, Mamuju, dan Majene (Sulawesi Barat) dengan skala IV-V MMI. Lebih ringan yakni skala III-IV MMI, dirasakan warga di Mamuju Utara dan Mamuju Tengah, kemudian Mamasa (Sulawesi Barat).

Guncangan juga dirasakan di Sulawesi Selatan dengan skala lebih ringan yakni Toraja, Pinrang, Poso, Wajo, dan Parepare.

Bambang Setiyo memaparkan dari hasil analisis BMKG pada lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrum, goncangan yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

(svh/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK