Puluhan Sekolah di Sulbar Rusak Akibat Gempa

CNN Indonesia | Senin, 18/01/2021 08:09 WIB
Gempa di Sulawesi Barat membuat sejumlah bangunan sekolah mengalami rusak berat, ringan dan sedang. Puluhan bangunan sekolah roboh akibat gempa di Sulawesi Barat (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkap ada 27 sekolah yang rusak karena terdampak gempa yang terjadi di Sulawesi Barat pada Jumat (15/1) dini hari lalu. Dia juga turut mengungkapkan dukacita.

"Turut berduka atas bencana yang terjadi di beberapa daerah. Saya mendapat laporan setidaknya ada 27 sekolah yang rusak karena gempa di Sulawesi Barat," katanya melalui akun Instagram, Minggu (17/1).

Kemendikbud mencatat ada 10 sekolah yang rusak di Kabupaten Majene, 14 sekolah di Kabupaten Mamuju, dan tiga sekolah di Kabupaten Mamasa dengan kondisi rusak berat, sedang dan ringan.


Kategori rusak berat berarti sebagian besar bangunan sekolah dan dinding roboh. Kategori sedang berarti kategori ringan plafon sekolah, atap dan beberapa dinding roboh/retak sebagian. Sementara kategori ringan, plafon sekolah, atap dan beberapa dinding roboh/retak sebagian.

Mendikbud Nadiem Makarim saat acara temu media di Graha 1. Gedung A Kementrian Pendidikan dan Budaya.  Jakarta.  Senin (23/12/2019). CNN Indonesia/Andry Novelino Mendikbud Nadiem Makarim langsung mengirim bantuan lantaran tak sedikit sekolah yang rusak akibat gempa di Sulawesi Barat (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Terdapat lima sekolah yang rusak berat di Kabupaten Mamuju, yakni SMKN 1 Rangas, SMPN 2 Mamuju, TK Pembina Terpadu, Tk Alquba Kasiwa, TK Aisyah Axuri dan TK Anggrek Pampiopang.

Lalu tiga sekolah mengalami rusak sedang, yakni SDN Inp. Kasambang, SMPN 2 Tapalang, dan SMAN 2 Tapalang. Kemudian lima sekolah lainnya rusak ringan, yakni SDN Inp. Tajimane, SDN 2 Tapalang, SDN Serang, dan SDN Taan Galung, SMPN 3 Mamuju.

[Gambas:Instagram]



Sementara di Kabupaten Majene terdapat lima sekolah yang rusak berat, yakni TK Pertiwi Malunda, SDN 18 Inpres Banua, SDN 004 Mekatta, SMKS Bunga Bangsa, dan SMKN 6 Majene.

Lalu dua sekolah rusak sedang, yakni SDN 009 Sasende dan SDN 12 Inpres Pettabeang. Serta tiga sekolah rusak ringan, yakni SDN 16 Tanisi, SMP 1 Malunda, dan SMAN 1 Malunda.

Tiga sekolah sisanya mengalami rusak ringan di Kabupaten Mamasa, yakni SDN 008 Pangandaran, SDN 10 Baruru, dan SMPN 4 Aralle.

Menanggapi bencana ini, Nadiem pun segera mengirim bantuan darurat kebutuhan pokok berupa makanan, pakaian, tenda darurat dan peralatan belajar untuk korban gempa.

"Kemendikbud sudah menurunkan tim untuk membantu berbagai sekolah, tenaga pendidik, dan murid yang terdampak gempa," ujarnya.

Sebelumnya, gempa mengguncang Sulawesi Barat selama dua hari berturut-turut. Pada Jumat (15/1) gempa bermagnitudo 5,9 terjadi di titik koordinat 2.99 LS, 118.9 BT dengan kedalaman 10KM, 4KM Barat Laut Majene Sulbar sekitar pukul 02.28 WITA. Kemudian Sabtu (16/1), kembali terjadi laku dengan magnitudo 5,0 sekitar pukul 06.32 WIB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejauh ini telah mencatat 81 korban meninggal dunia dan 637 korban luka-luka, dimana 189 orang diantaranya mengalami luka berat dan harus dirawat inap. Gempa juga menyebabkan 1.200 warga harus mengungsi.

(fey/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK