Tiga Wilayah di Kalsel Masih Tergenang Banjir Tinggi

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 14:29 WIB
BPBD Kalsel menyebut tiga kabupaten/kota di Kalsel masih tergenang banjir tinggi, sementara 8 kabupaten/kota lainnya sudah beraktivitas normal. Ilustrasi banjir di Kalsel. (Foto: ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaksana tugas Kepala badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan Mujiyati mengatakan tiga kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih tergenang banjir yang tinggi.

Tiga kabupaten dan kota tersebut adalah, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Diketahui ada setidaknya 11 kabupaten di Kalsel yang terdampak banjir.

"Tiga kabupaten genangannya masih tinggi dan masih kita upayakan mungkin penyedotannya," kata Mujiyati saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon pada Rabu (20/1).


Sementara, lanjut Mujiyati, kondisi di delapan kabupaten/kota lainnya sudah berangsur normal. Meskipun, masih ada sejumlah genangan.

"Artinya sudah mulai normal itu, sudah tidak begitu resah, aktivitas jalan," terangnya.

"Masyarakat sudah mulai beraktivitas, kabupaten juga mulai terurai, jalan-jalan bisa dilewati, lalu tinggal satu titik. Satu titik pun itu bisa tembus. Yang parah itu kalau tidak bisa tembus. Kalo sekarang sudah tembus semua," urainya.

Delapan kabupaten dan kota itu adalah, Kabupaten Tabalong, Balangan, Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Kota Banjarbaru.

"Kecuali jembatan, ya, jembatan kan tinggal tahap finishing nanti hari Jumat selesai," terang Mujiyati.

Sebelumnya, BPBD Kalimantan Selatan merilis data sebanyak 11 kota dan provinsi di Provinsi Kalsel dilanda banjir. Akibat banjir tersebut, BPBD mencatat per 20 Januari, sebanyak 21 orang meninggal dan 6 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, sebanyak 120.284 keluarga dan 342.987 jiwa terdampak serta 63.608 orang mengungsi.

Banjir juga berdampak pada 66.768 rumah, 21 jembatan, 110 tempat ibadah, 76 sekolah, dan 18.294 jalan.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan selatan diduga disebabkan oleh hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari.

Sementara, Koordinator Kampanye Walhi Edo Rakhman berpendapat banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan disebabkan oleh alih fungsi lahan hutan menjadi tambang dan perkebunan kelapa sawit. Hal ini menyebabkan keseimbangan alam terganggu.

(iam/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK